Uni Eropa Setuju Negosiasi Aksesi untuk Ukraina dan Moldova

Para pemimpin Uni Eropa, pada Kamis (14/12), setuju untuk membahas keanggotaan Ukraina dan Moldova. Persetujuan tertuang dalam keputusan yang mengejutkan dalam pertemuan puncak selama dua hari yang dihadiri 27 negara anggota blok tersebut.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel memuji keputusan itu. Ia menyebutnya sebagai “sinyal harapan yang jelas bagi rakyat mereka dan benua kita.” Sedangkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa hal itu adalah “kemenangan bagi Ukraina, kemenangan bagi seluruh Eropa.”

Keputusan diambil meskipun Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban telah bertekad dalam beberapa minggu terakhir akan menghalangi kemajuan pembicaraan mengenai Ukraina.

Orban memilih abstain dalam pemungutan suara. Ia menyatakan tidak ingin mengambil bagian dalam “keputusan yang buruk.” Ia satu-satunya pemimpin yang tidak menyetujui negosiasi aksesi dengan Ukraina dan Moldova.

Orban tidak mengizinkan pembicaraan lebih lanjut dengan Ukraina dengan alasan Ukraina belum memenuhi tiga syarat tanpa menjelaskannya secara spesifik. “Jadi, tidak ada perlunya menegosiasikan keanggotaan Ukraina sekarang.”

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan puncak Uni Eropa yang terakhir pada tahun ini. Pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Maret 2024.

Para pemimpin Uni Eropa berpendapat, jika mereka tidak memberikan suara mendukung Ukraina sebelum akhir tahun ini, hal itu dapat dilihat sebagai kemenangan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin. Rusia telah menginvasi Ukraina sejak Februari 2022.

Uni Eropa juga menyetujui status pencalonan Georgia. Michel mengatakan mereka akan melanjutkan pencalonan Bosnia-Herzegovina setelah negara itu memenuhi kriteria “tingkat kepatuhan yang diperlukan.” [ka/lt]

Beberapa informasi dalam artikel ini diambil dari The Associated Press, Agence France-Presse dan Reuters.

Sumber: www.voaindonesia.com