Ukraina Dapat Dukungan untuk Keanggotaan UE, Tapi Tidak Ada Bantuan Baru dari Eropa

Uni Eropa (UE) gagal menyepakati paket bantuan keuangan senilai $54 miliar yang sangat dibutuhkan Ukraina untuk tetap bertahan, ketika blok tersebut memutuskan pada Kamis (14/12) untuk membuka perundingan aksesi dengan negara yang dilanda perang itu.

Bantuan itu diveto oleh PM Hongaria Viktor Orban. Ini merupakan pukulan keras lainnya bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy setelah pekan ini ia gagal membujuk para legislator AS untuk menyetujui bantuan tambahan senilai $61 miliar untuk Ukraina, terutama untuk membeli senjata dari AS.

Dimulainya pembicaraan mengenai aksesi tersebut merupakan momen penting bagi negara yang sedang berperang itu, yang telah berjuang untuk mendapatkan dukungan bagi keinginannya menjadi anggota. Keinginan Ukraina itu telah lama menghadapi tentangan keras dari Orban.

Pemimpin Hongaria itu memutuskan untuk tidak memveto pembicaraan aksesi, tetapi kemudian memblokir paket bantuan Eropa.

Bendera Uni Eropa dan Ukraina berkibar di luar gedung Parlemen Uni Eropa, di Brussels, Belgia, 28 Februari 2022. (Foto: REUTERS/Yves Herman)

“Saya dapat beritahu Anda bahwa 26 pemimpin menyetujui (perundingan anggaran),” kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel. Satu negara, Swedia, perlu berkonsultasi dengan parlemennya sesuai dengan prosedur normal di negara itu, dan satu pemimpin lagi, Hongaria, tidak menyetujuinya, kata Michel.

Suatu keputusan perlu diambil dengan suara bulat di kalangan para anggota UE.

Namun, Michel, yang memimpin pertemuan puncak di Brussels, menyebut dimulainya perundingan aksesi sebagai “sinyal harapan bagi rakyat mereka dan benua kita.”

Meskipun proses antara dimulainya perundingan dan akhirnya diterima sebagai anggota dapat memakan waktu bertahun-tahun, Zelenskyy menyambut baik kesepakatan itu sebagai “kemenangan bagi Ukraina. Kemenangan bagi seluruh Eropa.”

“Sejarah dibuat oleh mereka yang tidak lelah memperjuangkan kemerdekaan,” kata Zelenskyy.

Paket keuangan Eropa tidak dapat disahkan setelah Orban memveto dana tambahan maupun tinjauan mengenai anggaran UE. Ukraina sangat bergantung pada dana itu untuk membantu kelangsungan ekonominya yang hancur untuk bertahan dalam beberapa tahun mendatang.

Michel mengatakan para pemimpin akan bersidang kembali pada Januari dalam upaya untuk memecahkan kebuntuan. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com