Turki Janji Beri Persetujuan Keanggotaan NATO Dalam Beberapa Pekan

Menteri Luar Negeri Swedia, Rabu (29/11) mengatakan Menteri Luar Negeri Turki telah berjanji bahwa Ankara akan menyetujui keanggotaan Stockholm di NATO “dalam beberapa pekan”.

Turki dan Hongaria adalah anggota NATO yang belum meratifikasi aplikasi Swedia, lebih dari 18 bulan setelah Swedia mengajukan keinginannya menjadi anggota.
“Saya melakukan pertemuan bilateral dengan rekan saya Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan ia mengatakan kepada saya bahwa ia memperkirakan ratifikasi akan dilakukan dalam beberapa pekan,” kata Tobias Billstrom pada pertemuan NATO di Brussels.

“Kami menantikan penyelesaian ini dan tidak ada syarat baru yang diajukan dalam pembicaraan ini, tidak ada tuntutan baru dari pemerintah Turki.”

Parlemen Turki bulan ini mulai memperdebatkan permohonan Swedia untuk bergabung setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menyetujui proses tersebut menyusul kesepakatan pada pertemuan puncak NATO pada bulan Juli.

Dua puluh sembilan sekutu NATO lainnya, di luar Turki dan Hongaria, berharap untuk secara resmi menyambut Swedia ke dalam aliansi tersebut pada pertemuan para menteri luar negeri di Brussels.

Namun prosesnya masih tertahan di tingkat komisi di parlemen Turki.
Swedia dan negara tetangganya di kawasan Nordik, Finlandia, telah membatalkan kebijakan nonblok yang sudah lama mereka miliki dan mengajukan permohonan untuk bergabung dengan aliansi militer pimpinan AS itu setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022. Finlandia menjadi anggota NATO ke-31 pada bulan April.

Sejumlah anggota NATO yang tidak sabar telah memberikan tekanan kepada Turki pada pertemuan di Brussels, dan Prancis mengatakan kredibilitas aliansi tersebut “dipertaruhkan”.

Billstrom mengatakan Hongaria telah menegaskan kembali janjinya untuk tidak menjadi negara terakhir yang meratifikasi keanggotaan Stockholm.
“Itu berarti bahwa hal ini lebih berada di tangan Ankara ketimbang Budapest,” katanya. “Kami memperkirakan kesepakatan akan muncul dari Budapest saat ada kesepakatan dari Ankara.” [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com