Trump Menjadi Hambatan Terbesar dalam Kesepakatan Perbatasan untuk Mendanai Ukraina dan Israel

Kesepakatan yang akan memberikan dana bantuan luar negeri bernilai $106 miliar untuk Ukraina, Israel, dan Taiwan, serta untuk memperketat aturan imigrasi yang diupayakan oleh Gedung Putih dan senator dari kedua partai selama berbulan-bulan, kini terancam digagalkan oleh mantan Presiden Donald Trump.

Didukung oleh para pemilih yang menganggap imigrasi sebagai masalah paling penting dalam pemilu tahun 2024, Trump menang dalam pemilihan pendahuluan di New Hampshire pada hari Selasa (23/1), setelah sebelumnya meraih kemenangan di Iowa pekan lalu.

“Kami memang benar, imigrasi adalah masalah besar,” kata Trump dalam pidato kemenangannya pada Selasa. “Ada jutaan orang yang masuk ke negara kita secara ilegal. Mereka berasal dari penjara, dari rumah sakit jiwa,” tambahnya tanpa memberi rincian yang mendukung klaimnya.

Kemenangannya kemungkinan akan semakin menguatkan calon presiden dari Partai Republik itu, dengan menggunakan popularitasnya, untuk mempengaruhi anggota parlemen dari partainya, menghindari kompromi mengenai imigrasi.

“Saya tidak berpikir kita harus melakukan Kesepakatan Perbatasan, kecuali kita mendapat semua yang diperlukan untuk menghentikan invasi jutaan migran, banyak dari wilayah yang tidak kita ketahui, masuk ke negara kita yang dulunya besar, namun akan segera menjadi besar lagi!” tulisnya pekan lalu di platform media sosial Truth Social.

“Selain itu, saya yakin Ketua DPR kita yang luar biasa, Mike Johnson, akan membuat kesepakatan yang sempurna di perbatasan.”

Komentar Trump itu muncul beberapa jam setelah Ketua DPR Mike Johnson, yang merupakan anggota Partai Republik, dan para pemimpin kongres lainnya bertemu dengan pejabat Gedung Putih untuk membahas langkah ke depan mengenai permintaan pendanaan keamanan nasional dari pemerintahan Biden.

Dana itu mencakup bantuan untuk Ukraina dalam perangnya melawan Rusia, dan dana untuk Israel serta Indo-Pasifik yang sebaiknya menurut Partai Republik disisihkan untuk menangani keamanan di perbatasan. [ps/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com