Senator Chuck Schumer dan Presiden Xi Bahas Sejumlah Isu

Pemimpin mayoritas Senat Amerika Serikat, Chuck Schumer mengatakan pada Senin (9/10), dia menyampaikan terima kasih atas pernyataan kuat dari China, yang mengutuk pembunuhan dan penculikan masyarakat sipil Israel dan warga asing oleh Hamas.

Schumer berada di Beijing bersama delegasi enam senator, terdiri tiga politisi Partai Demokrat dan tiga politisi Partai Republik.

Ini adalah kunjungan pertama oleh anggota parlemen Amerika Serikat sejak 2019 dan bersamaan dengan meningkatnya kritik keras terhadap China di Konggres, ketika Amerika Serikat harus bersaing dengan kebangkitan China sebagai kekuatan global.

Schumer mengatakan, dia telah mengajukan permintaan langsung kepada Presiden Xi Jinping untuk memperkuat pernyataan kementerian luar negerinya terkait serangan Hamas dan hilangnya nyawa masyarakat sipil yang mengerikan dan menyayat hati, yang tidak tergambarkan dalam pernyataan mereka sebelumnya.

“Saya juga mengajukan permintaan, permintaan langsung kepada Presiden Xi agar Kementerian Luar Negeri memperkuat pernyataan mereka mengenai Timur Tengah, yang tidak menyebutkan hilangnya nyawa warga sipil yang mengerikan dan memilukan. Saya bersyukur Kementerian Luar Negeri mengeluarkan pernyataan baru yang mengutuk hilangnya nyawa warga sipil,” kata Schumer kepada reporter dalam konferensi pers seusai pertemuan berakhir.

Pertemuan Schumer dengan Presiden Xi berlangsung selama 80 menit, 20 menit lebih lama dari jadwal yang ditentukan, dan Senator menekankan persiapan yang hati-hati dan sifat diskusi yang sanagat detail.

Dia juga mengatakan, pihak Amerika menegaskan keprihatinannya tentang kurangnya timbal balik dan perlunya ruang bergerak yang setara, bagi bisnis Amerika Serikat di China.

Dia juga mendesak China untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah eksport bahan-bahan kimia yang digunakan dalam produksi obat fentanyl, yang telah memicu gelombang kecanduan yang mematikan di kalangan rakyat Amerika.

“Kami meminta Presiden Xi untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk membendung mengalirnya bahan kimia prekursor yang memicu krisis fentanil di Amerika. Kami mendesak Presiden Xi untuk membuka saluran komunikasi untuk membendung bahan kimia prekursor fentanil. Kami berpendapat bahwa dalam masalah ini sangat penting China bertindak.”

Presiden Xi dalam sambutan selama pertemuan berharap terciptanya stabilitas dalam hubungan kedua negara.

“Hubungan China-Amerika Serikat adalah hubungan bilateral yang paling penting di dunia. Dalam menghadapi dunia yang saling terkait disertai perubahan dan kekacauan, cara China dan Amerika Serikat bekerja sama, akan menentukan masa depan dan nasib umat manusia,” ujar Presiden Xi.

Xi juga mengatakan, seperti yang dia disampaikannya kepada beberapa presiden Amerika Serikat sebelumnya, kedua negara memiliki ribuan alasan untuk mengembangkan hubungan yang baik, dan tidak ada satu alasan pun untuk menjalin hubungan yang buruk.

“Sebagai dua negara besar, penting bagi China dan Amerika Serikat untuk menunjukkan wawasan pemikiran yang luas, visi dan rasa tanggung jawab yang sesuai dengan status keduanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara dan mendorong kemajuan umat manusia,” tambahnya.

Kedua pemerintahan berupaya merancang pertemuan antara Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping, dalam pertemuan puncak regional di San Francisco bulan depan, dalam upaya untuk mengelola hubungan yang semakin diliputi ketegangan.

China secara tradisional mendukung perjuangan Palestina tetapi juga meningkatkan hubungan dengan Israel, seiring upayanya untuk mencari peran lebih besar dalam perdagangan, teknologi dan diplomasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan keterlibatannya di Timur Tengah, membantu pemulihan hubungan antara Arab Saudi dan Iran, serta menyambut Presiden Suriah, Bashar Assad yang berkunjung ke China. [ns/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com