Resmikan Kuil Hindu Kontroversial, PM Modi Dinilai ‘Politisasi Agama’

Setelah tiga dekade sejak sekelompok umat Hindu di India menghancurkan sebuah masjid yang bersejarah di Ayodhya, Perdana Menteri India Narendra Modi meresmikan sebuah kuil Hindu yang dibangun di atas tanah masjid tersebut pada Senin (01/22).

Kuil itu masih dalam tahap pembangunan, dan nantinya akan ditujukan untuk menyembah Dewa Ram dalam agama Hindu, sebagai bentuk pemenuhan permintaan yang telah lama diajukan jutaan umat Hindu yang menyembah dewa tersebut.

Sebuah terompet berbentuk keong ditiup oleh seorang pemuka agama Hindu yang menandai dibukanya kuil itu, dan Modi lalu meletakkan sebuah bunga teratai di depan patung yang terbuat dari batu hitam.

“Dewa kita, Ram, sudah tiba. Setelah berabad-abad menunggu, Ram akhirnya tiba. Selama berabad-abad kita bersabar, pengorbanan dan penebusan dosa yang tak terhitung jumlahnya, akhirnya Dewa kita, Ram, datang,” ujar Modi dalam pidatonya.

Sekitar 7.500 orang, termasuk para pengusaha, politisi dan bintang film India menyaksikan ritual tersebut melalui layar raksasa di luar kuil, bersamaan dengan helikopter menghujani kelopak bunga.

Langkah peresmian kuil yang cukup kontroversial ini disebut sebagai upaya Modi untuk meningkatkan dukungan politik nasional untuk partainya jelang pemilu nasional bulan April atau Mei mendatang.

Menurut Nilanjan Mukhopadhyay, seorang pakar nasionalisme Hindu dan penulis buku tentang Modi, Partai Bharatiya Janata diperkirakan akan kembali mengeksploitasi agama untuk kepentingan politik, dan Modi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Apa yang sedang dilakukan di Ayodhya, dalam skala yang dibangun saat ini, yang sedang dikembangkan, akan membuatnya seperti Vatikan untuk agama Hindu. Itulah yang dipublikasikan. Modi tidak akan melewatkan kesempatan itu sedikitpun untuk menjual pencapaiannya membangun kuil ini,” ujar Mukhopadhyay.

Dibangun dengan biaya sekitar 217 juta dolar AS atau setara 3,3 triliun rupiah, Kuil Ram dianggap penting bagi umat Hindu yang percaya Dewa Ram dilahirkan di tempat yang sama dengan tempat umat Muslim Mughal membangun Masjid Babri pada abad ke-16 di atas reruntuhan kuil.

Masjid itu kemudian dihancurkan oleh massa umat Hindu pada Desember 1992, yang kemudian menimbulkan kerusuhan nasional dengan korban tewas lebih dari 2.000 orang, sebagian besar adalah umat Muslim.

Sejarah tersebut hingga kini masih menyisakan luka bagi umat Muslim. Ziya Us Salam, penulis buku “Menjadi Muslim di India Hindu” mengatakan, pembangunan Kuil Ram adalah kontrak politik terbesar untuk supremasi Hindu.

“Ada ketakutan bahwa pemerintah ini dan semua afiliasinya, mereka ingin menghapus semua jejak Muslim atau peradaban Islam dari India. Di satu sisi, mereka ingin mengganti nama semua kota yang memiliki nama yang terdengar seperti nama Muslim. Di sisi lain, mereka ingin menyingkirkan hampir semua masjid, dan pengadilan dengan senang hati menerima petisi dengan dalih apapun,” ujarnya.

Meski begitu, sejumlah umat Hindu berharap kehadiran kuil tersebut dapat membawa kedamaian bagi seluruh umat, seperti yang disampaikan Madhukar.

“Saya pikir ini adalah kesempatan yang baik, ini adalah kesempatan untuk menciptakan perdamaian dan saya pikir kuil ini akan memberi efek yang menenangkan, sehingga orang-orang dari berbagai kalangan dapat pergi ke sana dan merasakan kedamaian. Saya pikir ini akan memperbaiki situasi,” ujarnya.

Pejabat pemerintah India mengatakan, kuil yang dibangun setinggi tiga lantai itu akan terbuka untuk umum setelah peresmian ini, dan diperkirakan akan ada sebanyak 100.000 peziarah datang setiap harinya. [ti]

Sumber: www.voaindonesia.com