Putin Sesalkan Hubungan Buruk dengan Eropa

Presiden Rusia Vladimir Putin, pada Senin (4/12), mengeluhkan hubungannya yang buruk dengan negara-negara Barat, yang hancur setelah dia melancarkan serangan dalam skala penuh melawan Ukraina sejak tahun lalu. Pernyataan itu dia sampaikan saat menerima surat mandat dari sejumlah duta besar baru.

Dalam sebuah acara resmi di Kremlin, Putin mengambil sumpah sekitar 24 duta besar baru, termasuk dari negara-negara seperti Inggris dan Jerman, yang hubungan diplomatiknya mengalami ketegangan selama serangan yang berlangsung 21 bulan itu.

“Ini momen yang tidak mudah,” kata Putin kepada para duta besar itu, dimana Rusia didera sejumlah sanksi dari Barat pada saat serangan Moskow terhambat oleh musim dingin.

Berbicara kepada duta besar baru dari Inggris, yang hubungannya dengan Rusia telah mendingin bahkan sebelum invasi ke Ukraina, Putih mengatakan Moskow dan London dulu mampu mengatasi perbedaan di abad ke-20.

“Setelah periode Perang Dunia II hingga saat ini, kedua negara kita mampu untuk membangun hubungan baik,” kata pemimpin Rusia itu.

“Namun keadaan saat ini, sudah kita ketahui bersama dan kita seharusnya berharap bahwa situasi ini, demi kepentingan negara dan bangsa kita, akan berubah menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Putin juga mengatakan kepada duta besar Jerman, bahwa dirinya menyesalkan karena Berlin memutuskan untuk melepaskan pasokan energi dari Rusia.

“Selama lebih dari setengah abad kami bersama Jerman mampu mengembangkan pendekatan bisnis yang pragmatis yang menciptakan kenyamanan untuk kedua negara dan seluruh benua Eropa,” kata Putin, yang berbicara dalam Bahasa Jerman. Ia sebelumnya pernah ditempatkan di Dresden dalam karirnya di biro intelejen Rusia, KGB.

“Negara kami tidak pernah gagal menyuplai Jerman dengan gas yang bersih untuk lingkungan,” kata dia. “Kerja sama itu benar-benar hancur karena ledakan dari pipa gas,” tambah dia, merujuk pada jalur pipa gas Nord Stream di Laut Baltik yang telah rusak karena serangkaian ledakan misterius pada September 2022.

Putin juga mengatakan kepada duta besar Swedia yang baru, bahwa “komunikasi dengan Stockhlom absen sepenuhnya” di mana Swedia bersiap untuk bergabung dengan NATO.

Putin juga menyesalkan hubungan buruknya dengan sekutu Barat, Korea Selatan.

“Seperti sudah diketahui bersama, hubungan antara Rusia dan Korea, sayangnya tidak berada dalam periode terbaiknya,” kata Putin sambil menambahkan bahwa dia siap untuk memperbaiki situasi ini.

Putin telah membuat marah Seoul dengan menerima kedatangan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, ke Rusia pada September. Dia juga menerima undangan untuk berkunjung ke Pyongyang. [ns/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com