Putin Konfirmasi Maju Lagi dalam Pilpres Mendatang

Presiden Rusia Vladimir Putin, Jumat (8/12) mengukuhkan bahwa ia mencalonkan diri untuk masa jabatan enam tahun lagi, sehari setelah para legislator di majelis tinggi parlemen Rusia menetapkan tanggal pemilihan presiden mendatang pada 17 Maret 2024.

Putin mengeluarkan pengumuman itu di televisi pemerintah Rusia, setelah upacara bagi personel militer di Kremlin.

Dalam percakapan dengan perwira militer Letkol Artyom Zhoga, Putin mengatakan bahwa ia “memiliki macam-macam pikiran pada waktu yang berbeda-beda, tetapi sekarang adalah waktunya untuk membuat keputusan,” dan mengatakan bahwa ia mencalonkan diri menjadi presiden.

Kantor berita pemerintah mengutip perwira itu yang mengukuhkan apa yang dikatakan presiden Putin.

Analis Carnagie Russia Eurasia Center Tatiana Stanovaya mengatakan kepada Associated Press, ia mengira pengumuman itu kemungkinan dibuat dengan cara sederhana, bukannya dengan pidato resmi, untuk mencerminkan kerendahan hati Putin, menunjukkan bahwa ia lebih peduli pada melaksanakan tugasnya daripada terlibat keriuhan.

Para pengamat mengatakan bahwa Putin yang berusia 71, penguasa yang paling lama menjabat di Rusia – tidak akan mengalami kesulitan untuk terpilih kembali, karena tentangan serius yang mungkin ia hadapi kini berada di penjara atau tidak akan turut campur.

Pemilu Rusia semasa Putin menjabat belum diketahui keadilan atau transparansinya.

Biro Eropa dan Eurasia Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa pemerintah Rusia menggunakan “penetapan yang sewenang-wenang, hukuman pidana dan kendala administratif untuk mendiskualifikasi kandidat oposisi potensial, memastikan tidak ada calon independen yang dapat berpartisipasi dalam proses pemerintahan.”

Departemen Luar Ngeri mengatakan amendemen konstitusional baru yang disahkan pemerintah dan disetujui dalam pemungutan suara nasional pada Juli 2020, antara lain akan memberi kesempatan kepada Putin untuk tetap berkuasa hingga tahun 2036.

Putin pertama kali diangkat sebagai penjabat presiden pada tahun 1999 oleh Boris Yeltsin, yang mundur karena sakit. Ia pertama kali terpilih pada tahun 2000. Pada 2008, karena menghadapi pembatasan berdasarkan konstitusi, ia mengundurkan diri dan menjadi perdana menteri, sementara sekutunya, Dmitry Medvedev, menjadi presiden. Putin kembali ke kursi kepresidenan pada tahun 2012. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com