Protes Penyusupan China ke Taiwan, Aktivis Demokrasi Hong Kong Berdemonstrasi

Puluhan aktivis Hong Kong yang tinggal di Taiwan berdemonstrasi di ibu kota Taipei hari Minggu (1/10) untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai infiltrasi China terhadap negara-negara demokrasi di seluruh dunia.

Demonstrasi ini bertepatan dengan Hari Nasional China yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Selain menyanyikan lagu “Kemuliaan Bagi Hong Kong,” para aktivis juga memecahkan beberapa panel kayu berlogo komunis China.

Seorang aktivis demokrasi Hong Kong yang juga pelatih tinju Thailand yang kini diasingkan di Taiwan, mengatakan, “China terlalu banyak melakukan infiltrasi ke negara lain. Saat ini negara-negara demokrasi bahkan tidak ingin dikaitkan dengan China. Lama kelamaan pengaruh China akan menurun dan menjadi seperti Korea Utara.”

Ditambahkannya, “Tujuan utama saya berunjuk rasa adalah menggunakan contoh Hong Kong untuk memberitahu masyarakat bahwa demokrasi dan kebebasan tidak gratis.”

Kacey Wong, seorang seniman pro-demokrasi yang diasingkan di Taiwan, ikut berunjukrasa dengan mengenakan kostum “Kapten Sparta.”

Wong juga mengenakan kostum ini saat demonstrasi di Hong Kong tahun 2019.

Hong Kong yang merupakan bekas jajahan Inggris, dikembalikan ke pemerintah China pada tahun 1997. Wilayah itu semakin diawasi ketat oleh China setelah demonstrasi pro-demokrasi massal selama berbulan-bulan pada tahun 2019. Banyak aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang meninggalkan wilayah itu setelah tindakan keras pemerintah, dan kini hidup di pengasingan. [em/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com