Presiden Setuju Kenaikan Anggaran Pertahanan Sebesar 20% Hingga 2024

Presiden Indonesia yang akan segera mengakhiri masa jabatannya telah menyetujui peningkatan belanja pertahanan sebesar 20 persen hingga akhir tahun depan, untuk meningkatkan perangkat keras militer sebagai respons terhadap perkembangan geopolitik.

Dalam jumpa pers, Rabu (29/11), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan persetujuan itu diperolehnya dalam pertemuan yang dihadirinya bersama Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Prabowo adalah kandidat unggulan dalam pemilihan presiden Februari mendatang. Ia mencalonkan diri dengan menggandeng putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai pasangannya.

Anggaran pertahanan akan ditingkatkan dari $20,75 miliar menjadi $25 miliar, kata Sri Mulyani.

“Kebutuhan tersebut dikemukakan oleh Kementerian Pertahanan. Mereka menganggapnya sebagai kebutuhan mengingat kondisi perangkat keras militer kita serta meningkatnya ancaman di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan geokeamanan,” ujarnya.

Meskipun ada peningkatan yang “signifikan”, anggaran pertahanan untuk tiga periode lima tahun dari tahun 2020 hingga 2034 akan tetap sebesar $55 miliar, katanya, seraya mengatakan bahwa hal itu berarti anggaran tersebut selaras dengan rencana fiskal jangka menengah dan panjangnya. Sumber dananya dari pinjaman luar negeri, katanya.

Indonesia berupaya memodernisasi armadanya yang telah menua dalam beberapa tahun terakhir. Gerakan ini dipelopori oleh Prabowo.

Selama dekade terakhir, belanja pertahanan per kapita Indonesia dan persentase produk domestik bruto Indonesia merupakan yang terendah di antara enam negara emerging market di kawasan ini, menurut data dari lembaga think tank Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

Kesepakatan yang telah ditandatangani Prabowo dalam beberapa tahun terakhir termasuk pembelian 42 jet tempur Dassault Rafale seharga $8,1 miliar, 12 drone baru dari Turkish Aerospace senilai $300 juta, dan 12 jet tempur Mirage 2000-5 senilai $800 juta.

Ia juga menandatangani perjanjian untuk membeli sejumlah jet tempur dan helikopter angkut dari perusahaan AS Boeing dan Lockheed Martin pada Agustus 2023.

Indonesia menandatangani kesepakatan untuk membeli kapal penyelamat kapal selam senilai $100 juta dari Inggris pada bulan September, setelah salah satu kapal selamnya tenggelam pada tahun 2021 saat melakukan latihan.

Indonesia dan Korea Selatan juga terlibat perselisihan mengenai pendanaan untuk proyek jet tempur bersama KFX. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com