Presiden Meksiko Bantah Klaim Dapat Bantuan Dana dari Kartel Narkoba

Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, pada Rabu (31/1) dengan keras menolak klaim, bahwa para penyelundup narkoba telah membantu mendanai kampanye presiden pertamanya pada 2006, dan menggambarkan tuduhan tersebut sebagai “sepenuhnya salah.”

Lopez Obrador juga mengkritik pihak berwenang AS karena melanggar “etika politik” setelah klaim tersebut muncul dalam sebuah artikel yang diterbitkan di situs berita ProPublica, yang mengutip para pejabat Amerika Serikat.

Menurut laporan jurnalis investigasi Tim Golden, agen pemberantas narkoba AS menemukan “bukti kuat” bahwa penyelundup kokain telah menyalurkan dana sekitar US$2 juta untuk kampanye Lopez Obrador.

“Itu fitnah, tidak ada bukti” adanya pendanaan ilegal, kata presiden Meksiko pada konferensi pers rutin paginya.

“Saya mengecam pemerintah AS karena membiarkan praktik tidak bermoral ini bertentangan dengan etika politik yang seharusnya berlaku di semua pemerintahan di dunia,” tambahnya.

Menurut artikel Golden, berdasarkan wawancara dengan pejabat AS dan Meksiko serta dokumen pemerintah, para penyelundup diduga memberikan dana sebagai imbalan atas janji pemerintah Lopez Obrador akan memfasilitasi operasi mereka.

Laporan tersebut mengatakan bahwa tidak jelas apakah Lopez Obrador menyetujui atau bahkan mengetahui adanya pendanaan tersebut.

Dia kalah tipis dalam pemilu pada tahun itu.

Artikel serupa juga diterbitkan oleh lembaga kajian InSight Crime dan kelompok media Jerman Deutsche Welle.

Lopez Obrador menolak klaim tersebut dan menyebutnya sebagai serangan politik oleh lawan-lawannya menjelang pemilihan presiden pada bulan Juni, di mana dia berharap sekutu dekatnya, Claudia Sheinbaum, akan menang.

Pemimpin Meksiko, yang mendapat dukungan publik sekitar 70 persen namun hanya diperbolehkan menjabat satu masa jabatan, menuduh Washington gagal dalam strategi anti-narkobanya.

Sejak menjabat pada tahun 2018, Lopez Obrador telah memperjuangkan strategi “pelukan bukan peluru” untuk mengatasi kejahatan dengan kekerasan hingga ke akar-akarnya, dengan memerangi kemiskinan dan kesenjangan melalui program sosial, dibandingkan dengan militer.

Meksiko telah mencatat lebih dari 420.000 pembunuhan sejak 2006, ketika pemerintah mengerahkan militer untuk memerangi perdagangan narkoba, di mana sebagian besar pembunuhan tersebut dilakukan oleh kelompok kriminal. [ns/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com