Presiden Iran Berada di Turki untuk Pembicaraan Gaza yang Tertunda

Presiden Iran Ebrahim Raisi tiba di Turki pada hari Rabu (24/1) untuk melakukan pembicaraan yang tertunda dua kali yang bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan masa lalu dan mencegah melebarnya perang Israel-Hamas.

Kunjungan Raisi ke Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terjadi ketika perang di Gaza mulai mengobarkan ketegangan dan meningkatkan pertempuran di Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Inggris telah meningkatkan serangan udara bersama terhadap pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman sebagai tanggapan atas serangan mereka terhadap jalur pelayaran Laut Merah.

Sementara itu, Israel telah berulang kali menargetkan tokoh-tokoh yang terkait dengan Teheran di Suriah dan tampaknya berada di ambang melancarkan perang skala penuh melawan militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
Iran dan Pakistan pekan lalu saling melancarkan serangan terhadap sasaran “militan” dan “teroris” dan Turki sendiri telah meningkatkan serangan artileri dan drone terhadap kelompok Kurdi di Suriah dan Iran.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Iran Ebrahim Raisi (kiri) saat upacara penyambutan di Ankara, 24 Januari 2024. (Adem ALTAN / AFP)

Pesatnya eskalasi Timur Tengah memaksa Raisi menunda kunjungannya ke Ankara sebanyak dua kali.

Pembicaraan yang direncanakan di Ankara pada awal Januari dibatalkan karena adanya dua ledakan bom yang diklaim dilakukan oleh kelompok ISIS yang menewaskan 89 orang di tugu peringatan jenderal Korps Garda Revolusi Islam Qasem Soleimani.

Perjalanan yang dia rencanakan pada bulan November dibatalkan karena adanya konflik jadwal diplomat yang terlibat dalam konsultasi mengenai perang Gaza.

Kepresidenan Turki mengatakan kedua pemimpin akan hadir pada konferensi pers setelah mengadakan pembicaraan dan memimpin pertemuan para menteri utama mereka selama kunjungan satu hari tersebut. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com