Presiden Brazil Lula Tinggalkan Rumah Sakit Setelah Operasi Pinggul

Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva kembali ke kediaman resminya pada hari Minggu (1/10), hanya dua hari setelah menjalani operasi penggantian pinggul, kata kantor kepresidenan.

Lula, 77, “berada di Istana Alvorada,” di mana ia akan melanjutkan proses pemulihannya, kata kantor kepresidenan kepada AFP.

Pemimpin veteran sayap kiri itu kemudian memposting di platform X, yang sebelumnya disebut Twitter, bahwa ia akan “bekerja selama beberapa minggu ke depan” dari kediamannya.

“Terima kasih atas doa dan pesan kasih sayangnya,” ungkapnya, sambil berseloroh bahwa dirinya “sedang dalam masa pemulihan untuk bekerja lebih keras lagi bagi Brazil dan mengikuti lari maraton.”

Rumah sakit Suriah-Lebanon di Brasilia, di mana proses operasi terhadap Lula berlangsung pada hari Jumat (29/9), mengonfirmasi bahwa sang kepala negara meninggalkan fasilitas itu “setelah mengalami kemajuan klinis yang baik.”

Para dokter mengatakan pada hari Jumat bahwa operasi penggantian pinggul itu berjalan “tanpa komplikasi” dan Lula mungkin bisa meninggalkan rumah sakit selambat-lambatnya pada Selasa (3/10).

Meskipun pada awalnya ia mungkin akan memerlukan alat bantu jalan, Lula – yang sadar kamera – mengaku tidak akan difoto “sambil menggunakan alat bantu jalan atau kruk. Anda akan melihat saya dalam kondisi tampan, seperti biasa.”

Operasi dan pemulihan itu memerlukan jeda sementara dari jadwal perjalanan luar negerinya yang sibuk, yang telah dilakoni Lula sejak menjabat pada bulan Januari.

Pada saat yang sama, dokter pribadi Lula, Roberto Kalil Filho, mengatakan bahwa Lula seharusnya sudah dapat bepergian untuk menghadiri KTT Iklim PBB di Dubai akhir November mendatang.

Pertemuan itu sangat penting bagi Lula, yang menyatakan diri sebagai pejuang lingkungan hidup, yang telah berjanji untuk mengakhiri penggundulan hutan Amazon pada tahun 2030.

Lula, seorang mantan pemimpin serikat pekerja, sebelumnya pernah menjabat presiden pada periode 2003 hingga 2010. Tahun lalu, ia mengalahkan presiden sayap kanan ekstrem, Jair Bolsonaro, dalam pemilu.

Ia sendiri telah pulih dari sejumlah masalah kesehatan, dari serangan kanker tenggorokan pada 2011, operasi pita suara November lalu dan pneumonia pada Maret lalu. [rd/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com