Presiden Biden Diwawancarai sebagai Bagian dari Investigasi Penasihat Khusus Terkait Dokumen Rahasia

Gedung Putih, pada Senin (9/10), mengatakan Presiden Joe Biden telah diwawancarai sebagai bagian dari penyelidikan oleh penasihat khusus atas penanganannya terhadap dokumen rahasia.

Juru bicara Ian Sams mengatakan dalam pernyataannya bahwa wawancara tersebut dilakukan secara sukarela di Gedung Putih pada hari Minggu (8/10) dan Senin (9/10). Sams mengatakan, wawancara berakhir pada Senin.

Investigasi tersebut dipimpin oleh penasihat khusus Robert Hur. Jaksa Agung AS, Merrick Garland, menunjuk Hur untuk mengawasi masalah yang rawan secara politik untuk menghindari konflik kepentingan.

Sams menegaskan kembali bahwa Biden dan Gedung Putih bersikap kooperatif. Ia mengarahkan agar pertanyaan ditujukan kepada Departemen Kehakiman.

“Seperti yang telah kami katakan sejak awal, Presiden dan Gedung Putih bekerja sama dalam penyelidikan ini, dan sebagaimana mestinya, kami memberi informasi terkini yang relevan kepada publik, setransparan mungkin dan konsisten dalam melindungi dan menjaga integritas penyelidikan,” kata Sams. “Kami akan mengarahkan agar pertanyaan lain ditujukan kepada Departemen Kehakiman.”

Jarang sekali presiden yang sedang menjabat diwawancarai dalam penyelidikan kasus kriminal.

Presiden George W. Bush mengikuti wawancara selama 70 menit sebagai bagian dari penyelidikan atas kebocoran identitas seorang agen CIA. Presiden Bill Clinton pada tahun 1998 menjalani interogasi lebih dari empat jam yang dilakukan oleh penasihat independen Kenneth Starr di hadapan dewan juri federal.

Tim penasihat khusus Robert Mueller berunding dengan pengacara Presiden Donald Trump ketika itu, untuk melakukan wawancara, tetapi Trump tidak pernah melakukannya. Pengacaranya malah memberikan jawaban dari pertanyaan tertulis. [ps/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com