Prancis Berupaya Larang 3 Kelompok Sayap Kanan

Menteri Dalam Negeri Prancis, Selasa (28/11) mengatakan ia akan meminta tiga kelompok ekstremis sayap kanan dibubarkan menyusul demonstrasi yang disertai kekerasan selama akhir pekan.

Gerald Darmanin mengatakan kepada stasiun radio France Inter bahwa ia menarget kelompok bernama Divisi Martel dan dua lainnya yang namanya tidak disebutkan.

Pemerintah Prancis menyerukan ketenangan setelah pembunuhan seorang remaja laki-laki di sebuah pesta dansa desa bulan ini yang diikuti oleh demonstrasi kekerasan oleh kelompok-kelompok ekstrem kanan.

Kematian remaja berusia 16 tahun, yang hanya disebut bernama Thomas, dimanfaatkan oleh kelompok sayap kanan, yang menggambarkan pembunuhan tersebut sebagai simbol dari semakin tidak amannya kondisi masyarakat Prancis.

Warga membawa spanduk bertuliskan “Thomas, di hati kami selamanya, kami mencintaimu” di Romans-sur-Isere, Prancis, 22 November 2023, dalam “Marche Blanche” (Pawai Putih) untuk penghormatan kepada Thomas, remaja yang tewas di Crepol, 19 November 2023. (OLIVIER CHASSIGNOLE / AFP)

Sekitar 100 aktivis ekstrem kanan melakukan perjalanan ke kota terdekat Romans-sur-Isere pada hari Sabtu, kata polisi.

Mereka ingin berkelahi dengan para pemuda dari lingkungan La Monnaie, tempat beberapa orang tersangka pelaku pembunuhan 19 November itu tinggal, kata polisi.

Pertemuan sayap kanan lainnya di Roma dibubarkan oleh polisi pada hari Minggu. Total sekitar 30 orang telah ditangkap. “Saya akan mengusulkan agar sejumlah kecil kelompok dibubarkan,” kata Darmanin.

“Ada mobilisasi kelompok-kelompok ekstrem kanan yang bisa menyeret kita ke perang saudara,” imbuhnya.

Diperkirakan 3.300 orang di Prancis adalah anggota gerakan sayap kanan, dan 1.300 di antaranya masuk daftar pengawasan polisi, menurut laporan parlemen baru-baru ini. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com