PM Kamboja Hun Manet Bertemu dengan PM Thailand Srettha Thavisin

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet pada Rabu (7/2) tiba di Ibu Kota Thailand, Bangkok, dalam kunjungan resmi pertamanya sejak menjadi pemimpin negaranya tahun lalu. Pertemuan itu dilakukan dalam upaya memperbarui hubungan erat yang telah dipertahankan oleh kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.

Selain bertemu dengan mitranya dari Thailand, Srettha Thavisin, Hun Manet juga melakukan audiensi dengan Raja Maha Vajiralongkorn, memimpin penandatanganan beberapa dokumen kerja sama bilateral, dan berpidato di Forum Bisnis Thailand-Kamboja.

Dia disambut dengan upacara kehormatan ketika dia tiba di Gedung Pemerintah di Bangkok, di mana dia dan Srettha menginspeksi pasukan dan lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (kanan) berbicara dengan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin (kiri) di Phnom Penh, September 2023 (Foto: Agence Kampuchea Press/AKP via AFP)

Setelah pertemuan bilateral, mereka memimpin penandatanganan lima nota kesepahaman yang mencakup dokumen kerja sama di bidang akademik, ilmu pengetahuan dan teknologi, kerja sama dalam pengurangan risiko bencana dan tanggap darurat, serta perdagangan dan investasi.

Berbicara kepada media setelahnya, Srettha mengatakan, “dia dan Hun Manet memiliki komitmen yang sama untuk membina kerja sama yang lebih erat antara Thailand dan Kamboja, berdasarkan rasa saling percaya, saling menghormati, dan saling membantu.”

Para aktivis hak asasi manusia menuduh bahwa kerja sama ini mencakup penindasan terhadap para pembangkang politik. Beberapa tokoh oposisi Kamboja dan kritikus pemerintah lainnya yang melarikan diri ke Thailand untuk menghindari penangkapan di bawah pemerintahan Hun Sen sebelumnya ditangkap di Bangkok dalam upaya untuk meredam kemungkinan protes terhadap Hun Manet.

Phil Robertson, Wakil Direktur Human Rights Watch untuk Asia, mengeluarkan pernyataan yang meminta pihak berwenang Thailand untuk membebaskan pengungsi Kamboja yang ditahan “dan menghentikan tindakan keras terhadap aktivis hak asasi manusia dan demokrasi Kamboja yang melarikan diri ke Thailand.”

Dalam pidatonya kepada media, Hun Manet tidak menyebutkan secara langsung mengenai para pengungsi yang ditahan namun menggunakan kesempatan itu untuk mengucapkan terima kasih kepada mitranya dari Thailand atas kerja samanya dalam masalah keamanan.

“Dan terima kasih atas penegasan kembali dukungan Anda dengan tidak mengizinkan wilayah Thailand digunakan untuk kegiatan campur tangan dalam politik dalam negeri Kamboja.” [lt/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com