Pengacara Trump Mengaku Bersalah dalam Kasus Pilpres di Negara Bagian Georgia

Salah satu mantan pengacara Donald Trump pada hari Kamis (19/10) mengaku bersalah dalam kasus yang menuduh mantan presiden memimpin persekongkolan jahat untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilu presiden AS 2020 di negara bagian Georgia. Ini mungkin akan menjadi pukulan telak bagi Trump.

Sidney Powell, 68 tahun, pendukung Trump yang vokal dan menyebarkan teori konspirasi aneh tentang manipulasi mesin penghitungan suara oleh pihak asing, didakwa Agustus lalu bersama Trump dan 17 orang lainnya.

Dalam sebuah kesepakatan yang mengejutkan, yang dicapai hanya beberapa hari sebelum jadwal persidangannya di Atlanta, Georgia, Powell menyetujui sebuah kesepakatan pembelaan dengan jaksa Fulton County.

Ia mengaku bersalah atas enam pasal pidana ringan karena bersekongkol untuk mengganggu pelaksanaan tugas pemilu dan dijatuhi hukuman enam tahun masa percobaan oleh Hakim Pengadilan Tinggi Scott McAfee.

Powell, yang awalnya didakwa melakukan persekongkolan, sebuah tindak pidana berat, konspirasi untuk melakukan kecurangan pemilu dan pelanggaran hukum lain dengan ancaman hukuman penjara, bersedia bersaksi dalam sidang terdakwa lainnya dalam kasus tersebut.

“Anda harus memberikan kesaksian yang jujur terhadap setiap dan semua tergugat dalam masalah ini pada setiap persidangan yang akan datang,” kata McAfee.

Carl Tobias, dosen hukum di University of Richmond, mengatakan bahwa pengakuan bersalah Powell dan persetujuannya untuk bekerja sama dengan jaksa dapat menimbulkan “implikasi penting bagi Trump.”

Trump, kandidat calon presiden terdepan Partai Republik pada pilpres AS 2024, telah mengaku tidak bersalah atas dakwaan terlibat dalam persekongkolan jahat untuk membalikkan hasil pilpres 2020 di Georgia, di mana Joe Biden menang dengan selisih 12.000

Mantan presiden yang sudah dua kali dimakzulkan itu juga menghadapi sejumlah dakwaan federal atas upayanya untuk mengacaukan pilpres 2020 dan penyerbuan gedung Kongres AS oleh para pendukungnya. Ia akan disidang dalam kasus tersebut di Washington pada Maret 2024.

Powell, seorang mantan jaksa federal, didenda $6.000, diperintahkan membayar ganti rugi $2.700 dan menulis surat permintaan maaf kepada negara bagian dan warga Georgia. [rd/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com