Pemimpin Oposisi Rusia Dipindah ke Penjara Artik 

Pemimpin oposisi Rusia yang dipenjara, Alexei Navalny telah dipindahkan ke koloni penjara di Artik, rekannya mengatakan itu pada Senin (25/12), setelah lebih dua minggu keberadaan Navalny tidak diketahui.

Pihak berwenang telah memindahkan politisi oposisi Rusia paling terkenal ini ke koloni penjara terisolasi, tiga bulan sebelum pemilu presiden yang diperkirakan akan dengan mudah menempatkan Vladimir Putin dalam masa jabatan kelimanya.

“Kami telah menemukan Alexei Navalny,” kata rekannya, Kira Yarmyshi di media sosial.

“Dia kini berada di IK-3 di pemukiman Kharp, di distrik otonomi Yamalo-Nenets,” ujar Yarmysh.

“Pengacaranya telah mengunjunginya hari ini. Alexei berada dalam kondisi baik,” tambahnya.

Distrik Kharp dihuni oleh sekitar 5 ribu orang, dan berada di atas lingkaran Artik.

Daerah itu merupakan satu dari koloni paling utara dan terpencil,” kata Ivan Zhdanov, yang mengelola Yayasan Anti Korupsi milik Navalny.

“Kondisi disana sangat sulit, dengan rezim khusus di zona permafrost, dan sangat sedikit kontak dengan dunia luar, kata Zhdanov.

Navalny telah mengerakkan demonstrasi besar anti pemerintah sebelum kemudian dipenjara pada 2021, setelah selamat dari upaya pembunuhan dengan meracuninya.

Sekelompok petugas berjalan di dalam koloni penjara di kota Kharp, di wilayah Yamalo-Nenetsk sekitar 1.900 kilometer timur laut Moskow, dalam foto yang dirilis oleh Lembaga Pemasyarakatan Federal Rusia (FPS), Jumat, 15 Desember 2023. (Layanan Penjara Federal Rusia via AP)

Dia menjalani sebagian besar masa penahanannya di koloni penjara IK-6, sekitar 250 kilometer di sebelah timur Moskow di wilayah Vladimir.

Pengadilan memperpanjang masa hukumannya menjadi 19 tahun dalam dakwaan terkait ekstrimisme.

Pengadilan juga memerintahkan bahwa Navalny dipindahkan ke penjara khusus yang lebih keras, yang biasanya menampung tahanan yang sangat berbahaya.

Setelah beberapa pekan tanpa kepastian, Navalny ditemukan di IK-3, serigala kutub, sebuah koloni rezim yang ketat.

Dia bisa saja dipindah ke koloni penjara di dekatnya, yang dikenal sebagai burung hantu kutub, yang bahkan merupakan rezim lebih keras lagi. [ns/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com