Pemimpin Oposisi Belarus di Pengasingan Serukan Dukungan Barat

Pemimpin oposisi Belarus di pengasingan Sviatlana Tsikhanouskaya pada hari Selasa (5/12) menyerukan dukungan Barat seiring terus berlanjutnya pelanggaran hak asasi manusia di Belarus.

Ketika berbicara kepada anggota Kongres di Washington, Tsikhanouskaya mengatakan, “Kita harus meningkatkan tekanan terhadap rezim. Sanksi bukanlah solusi jitu, namun merupakan cara untuk melemahkan rezim, membebaskan orang-orang dari penjara dan menghentikan keterlibatannya dalam perang.”

Dia menambahkan, “Rezim memiliki catatan panjang kejahatan, termasuk kejahatan terhadap kemanusiaan, penyiksaan, pembunuhan dan penculikan anak-anak Ukraina. Semua kediktatoran akan runtuh dan kediktatoran Lukashenko juga akan jatuh.”

Tsikhanouskaya dijatuhi hukuman 15 tahun in absensia oleh pengadilan Minsk karena tuduhan pengkhianatan, “konspirasi untuk merebut kekuasaan” dan tuduhan-tuduhan lainnya pada bulan Maret.

Sementara itu, Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa mengatakan telah memberikan sanksi pada 11 entitas dan 8 orang yang terkait dengan rezim Alyaksandr Lukashenka atas penindasan terhadap masyarakat sipil demokratis Belarus, korupsi untuk memperkaya keluarga Lukashenka, dan keterlibatan dalam perang Rusia terhadap Ukraina. [lt/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com