Para Petani dan Sopir Taksi Unjuk Rasa di Prancis, Blokade Jalan Raya

Paris yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas enam bulan lagi dijadikan sasaran protes serta juga tempat-tempat lain sehingga menyebabkan kemacetan di Prancis, dan situasi ini menjadi pekan yang sulit bagi Perdana Menteri baru Gabriel Attal, kurang dari sebulan setelah ia menjabat.

Attal gagal meredakan gerakan petani pekan lalu dengan langkah-langkah pro-pertanian yang menurut para pengunjuk rasa tidak memenuhi tuntutan mereka. Para petani menuntut agar produksi pangan harus lebih menguntungkan, lebih mudah dan adil.

Para pengunjuk rasa menanggapinya dengan mengerahkan ratusan traktor, trailer, dan bahkan mesin pemanen untuk memblok dan memperlambat lalu lintas, dalam apa yang mereka gambarkan sebagai “pengepungan” untuk memperoleh lebih banyak kelonggaran dari pemerintah Attal.

Sebagian pengunjuk rasa datang membawa persediaan makanan dan air serta tenda agar bertahan di barikade mereka, jika pemerintah tidak menyerah.

Para pengemudi taksi yang mempunyai keluhan lain juga mengadakan protes pada hari Senin untuk menghambat lalu lintas.

Sementara itu di Belgia, sekelompok petani hari Senin memblok jalan di kota Halle, menuntut perlindungan yang lebih baik bagi industri pertanian.

Para petani di beberapa negara Uni Eropa memberi tekanan kepada pemerintah mereka untuk menanggapi tuntutan upah yang lebih baik untuk produk mereka, pengurangan birokrasi dan perlindungan terhadap impor yang murah.

Seorang petani muda dari Tournai, Clemente Glorieux mengatakan, “Pesan kami adalah kami sudah kehilangan kesabaran. Pada titik tertentu, peraturan dan batasan diberlakukan terhadap kami, baik administratif maupun keuangan. Untuk sementara ini sangat memberatkan.”

Glorieux adalah bagian dari sekelompok petani muda yang membuat penghalang lalu lintas dengan batang-batang kayu dan traktor di kota Halle.

“Hari ini adalah hari untuk protes. Kami akan mengambil tindakan seperlunya. Kami berharap dapat berdemonstrasi hingga hari Kamis, dan pertanyaannya, apakah kami akan berangkat ke Brussel.”

Glorieux menambahkan para petani berencana melakukan protes pada hari Kamis di ibu kota Belgia, Brussels. [ps/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com