NATO akan Bertemu di Brussel untuk Perteguh Komitmen terhadap Ukraina

Amerika, minggu ini bergabung dengan negara-negara anggota NATO dalam memperbarui “komitmen teguh” aliansi ini terhadap Ukraina dalam perjuangannya melawan agresi Rusia, demikian menurut seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri.

Pada hari Senin (27/11), Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berangkat ke Brussels, di mana para menteri luar negeri NATO akan berkumpul dari tanggal 27 hingga 29 November.

Pada hari Rabu (29/11), Blinken akan memimpin delegasi AS ke negara anggota NATO, Makedonia Utara, yang menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama Eropa atau OSCE di ibu kotanya, Skopje, akhir pekan ini.

Amerika akan menjadi tuan rumah KTT NATO berikutnya di Washington pada tanggal 9 hingga 11 Juli 2024. Blinken akan membahas prioritas pertemuan di Washington dengan rekan-rekannya ketika NATO merayakan hari jadinya yang ke-75 tahun depan.

Dewan Menteri Luar Negeri NATO-Ukraina

Menlu Blinken akan menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri pertama Dewan NATO-Ukraina seiring dengan keinginan Kyiv untuk menjadi anggota NATO.

“Dewan mendukung kemitraan erat Ukraina dengan NATO,” kata Jim O’Brien yang merupakan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Eropa dan Eurasia. “Para sekutu akan terus mendukung pertahanan Ukraina sampai Rusia menghentikan perang agresinya,” tambahnya.

Dewan NATO-Ukraina diresmikan saat KTT NATO di Vilnius pada 12 Juli, yang dihadiri oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan kepala pemerintahan anggota lainnya.

Pertemuan ini diadakan untuk kedua kalinya pada akhir Juli untuk membahas keamanan Laut Hitam menyusul penarikan diri Rusia dari perjanjian yang mengawasi ekspor biji-bijian dari pelabuhan Ukraina.

Pertemuan ketiga diadakan pada bulan Oktober, membahas bantuan besar kepada Ukraina dan untuk memastikan pasukan Ukraina dapat bekerja sama sepenuhnya dengan NATO.

Dewan NATO-Ukraina adalah badan gabungan di mana para Sekutu dan Ukraina duduk sebagai peserta yang setara untuk memajukan dialog politik.

Negara-negara Balkan Barat

Salah satu sesi pada pertemuan para menteri luar negeri NATO minggu ini adalah membahas masalah keamanan dan demokrasi di Balkan Barat.

“Masa depan Balkan Barat yang stabil dan sejahtera harus didasarkan pada pemerintahan yang baik, supremasi hukum, demokrasi multi-etnis, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan mendasar,” kata O’Brien.

Para pejabat NATO telah menegaskan komitmen aliansi tersebut untuk menjaga lingkungan yang aman dan terjamin sambil berkontribusi terhadap stabilitas yang lebih luas di Balkan Barat.

Pernyataan tersebut muncul sebagai tanggapan terhadap peringatan awal Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada bulan ini, di mana ia menyampaikan informasi yang menunjukkan bahwa Rusia berencana untuk mendestabilisasi Balkan.

Berbicara pada tanggal 21 November di Skopje, Makedonia Utara, selama kunjungan di Balkan Barat, Sekretaris Jenderal NATO Stoltenberg menyatakan bahwa aliansi tersebut memantau dengan cermat aktivitas Rusia di wilayah tersebut. Namun dia mengatakan saat ini tidak ada ancaman militer yang dirasakan anggota NATO mana pun di wilayah tersebut.

Makedonia Utara, OSCE

Setelah pemerintah Makedonia Utara mengumumkan akan mencabut larangan penerbangan dan mengizinkan pesawat yang membawa Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mendarat di Skopje untuk pertemuan tingkat menteri OSCE, Lavrov pada hari Senin mengatakan bahwa ia akan menghadiri pertemuan para menteri luar negeri OSCE di Makedonia Utara jika Bulgaria membuka wilayah udaranya untuk delegasi Rusia.

Sanksi Makedonia Utara akan tetap berlaku terhadap Rusia untuk semua penerbangan lainnya.

Sebagian besar negara Eropa melarang penerbangan dari Rusia setelah invasi negara itu ke Ukraina pada Februari 2022.

O’Brien menolak berkomentar mengenai apakah akan ada interaksi antara Lavrov jika ia menghadiri pertemuan tingkat menteri OSCE dan delegasi AS, namun ia mengatakan kepada VOA dalam konferensi telepon bahwa Menteri Luar Negeri AS Blinken akan “berdiskusi dengan baik” dengan rekan-rekan OSCE mengenai dukungan AS untuk Ukraina. [my/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com