Militan terkait ISIS Bunuh 5 Warga Sipil di Kongo

Sebuah serangan yang dituduh dilakukan oleh militan terkait kelompok ISIS di Republik Demokratik Kongo (DRC) bagian timur yang dilanda konflik telah menewaskan lima warga sipil, kata sumber lokal pada hari Rabu (24/1).

Serangan pemberontak terjadi sekitar pukul 8 malam (18.00 GMT) pada hari Selasa di Ngite, di wilayah Beni di provinsi Kivu Utara, kata pejabat masyarakat sipil setempat Jadot Mwendapole kepada kantor berita AFP.

“Mereka membunuh lima warga sipil, semuanya laki-laki,” katanya. Ada yang dibunuh dengan senjata api, ada pula yang dibunuh dengan pisau.

Satu orang hilang dan harta benda dijarah, tambahnya.

“Musuh, ADF, membunuh lima warga sipil,” kata Augustin Kapupa, kepala wilayah administratif Mbau tempat Ngite berada.

Pasukan Sekutu Demokratik atau Allied Democratic Forces (ADF), sejak lama merupakan koalisi pemberontak mayoritas Muslim di Uganda, didirikan di DRC timur pada tahun 1995.

Kelompok ini adalah salah satu milisi paling mematikan di wilayah yang dilanda konflik tersebut. Mereka berjanji setia kepada ISIS pada tahun 2019.

Kelompok SITE yang bermarkas di Washington, dan mengkhususkan diri dalam memantau kelompok Islam radikal, mengatakan Negara Islam Provinsi Afrika Tengah (ISCAP) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, dan mengklaim telah membunuh enam “warga Kristen”.

Dalam pernyataan lain yang disampaikan di situs SITE, ISCAP mengatakan pihaknya telah melakukan serangan lain pada hari Senin di desa yang sama, menewaskan tujuh orang, sebuah serangan yang tidak diketahui oleh sumber lokal yang diwawancarai oleh AFP.

Sejak April 2019, kelompok ISIS telah mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan ADF dan menggambarkan ADF sebagai afiliasi regionalnya.

Pada bulan November 2021, setelah beberapa serangan di wilayah Uganda yang diduga dilakukan oleh ADF, tentara Uganda bergabung dengan DRC untuk mencoba mengusir ADF dari benteng mereka di Kongo timur. Meski begitu, keloompok ini tetap aktif.

Pada bulan Desember, kelompok tersebut dituduh melakukan dua serangan di Uganda barat yang menewaskan 13 penduduk desa. [my/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com