Militan Tembakkan Roket ke Pasukan AS di Suriah, Tak Ada Korban

Proksi yang didukung Iran melancarkan serangan roket terhadap pasukan AS di Timur Tengah, membuat jumlah total serangan terhadap pasukan AS dan koalisi AS di Irak dan Suriah menjadi 74 serangan sejak 17 Oktober lalu.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada VOA bahwa sebuah roket diluncurkan Rabu (29/11) malam ke Posisi Dukungan Misi Eufrat di Suriah timur. Tidak ada korban maupun kerusakan.

Pasukan angkatan laut AS di Timur Tengah juga terus menghadapi ancaman di laut. Pada hari Rabu, ketika berada di Laut Merah bagian selatan, kapal perusak rudal USS Carney menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak buatan Iran yang diluncurkan dari wilayah Yaman yang dikuasai oleh militan Houthi yang didukung Iran.

“Meski niatnya belum diketahui, UAV (drone) itu mengarah ke kapal perang. Saat penembakan dilakukan, USS Carney sedang mengawal Kapal Pasokan (kapal tanker) UNSN dan kapal berbendera AS lain yang membawa peralatan militer ke wilayah tersebut,” kata Komando Pusat AS.

Tidak ada korban luka atau kerusakan pada kapal mana pun dalam insiden tersebut.

Pada Minggu (26/11), dua rudal balistik ditembakkan dari daerah yang dikuasai Houthi di Yaman kea rah USS Mason, sebuah kapal perusak, ketika kapal itu datang untuk membantu sebuah kapal komersial yang sedang menghadapi serangan bajak laut.

Pentagon secara resmi mengatakan bahwa mereka tidak yakin USS Mason adalah target rudal tersebut, namun dua pejabat pertahanan mengatakan kepada VOA bahwa mereka tidak setuju dengan penilaian tersebut.

Sebagian besar dari 74 serangan yang dilancarkan sejak 17 Oktober berhasil digagalkan oleh militer AS atau gagal mencapai target mereka, tanpa menimbulkan korban atau kerusakan terhadap infrastruktur.

Seorang kontraktor AS di Pangkalan Udara al-Asad di Irak mengalami serangan jantung dan meninggal saat berlindung di tempat ketika ada peringatan keliru akan adanya serangan udara.

Sejak Presiden AS Joe Biden menjabat pada Januari 2021, proksi yang didukung Iran telah menyerang pasukan AS di Irak dan Suriah lebih dari 160 kali.

Serentetan serangan dari militan yang didukung Iran pada bulan Maret menewaskan seorang kontraktor AS di Suriah, menyebabkan cedera otak traumatis pada 23 personel militer dan melukai 25 personel militer AS, menurut Pentagon.

Pentagon membalasnya dengan serangan udara ke fasilitas-fasilitas yang didukung Iran di Suriah, mirip serangan yang dilakukan pasukan AS dalam beberapa minggu terakhir.

Terakhir kali Iran atau proksi yang didukung Iran menggunakan rudal balistik terhadap pasukan AS di Irak adalah pada tahun 2020 setelah serangan AS di Irak yang menewaskan pemimpin pasukan Quds Iran, Qassem Soleimani. [rd/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com