Menlu Negara Baltik, Ukraina akan Boikot Pembicaraan OSCE Karena Kehadiran Menlu Rusia

Para menteri luar negeri dari tiga negara Baltik dan Ukraina mengatakan, mereka akan memboikot pertemuan Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) yang diadakan pekan ini di Makedonia Utara, karena rencana kehadiran menteri luar negeri Rusia pada pertemuan itu.

Para diplomat terkemuka Estonia, Latvia dan Lituania mengatakan dalam pernyataan bersama pada hari Selasa (28/11), bahwa partisipasi Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov hanya akan memberi Rusia peluang untuk menjalankan propaganda lainnya.

Lavrov mengatakan pada Senin (27/11) bahwa ia berencana melakukan lawatan ke Skopje untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri OSCE. Lawatan itu akan menandai kunjungan langka ke negara anggota NATO, sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2024.

Ukraina juga mengatakan akan memboikot pertemuan itu karena hadirnya Lavrov, dan kementerian luar negerinya mengeluarkan pernyataan yang menuduh Rusia “memaksa dan melemahkan OSCE melalui penyalahgunaan aturan kesepakatan.”

“Dengan melakukan pemerasan dan ancaman terbuka, Federasi Rusia secara sistematis memblok konsensus mengenai isu-isu utama,” tulis pernyataan itu, mengutip pemblokan pencalonan Estonia sebagai ketua organisasi tersebut pada tahun 2024.

Alexander Grushko, wakil menteri luar negeri Rusia, mengatakan kepada wartawan pada Selasa, bahwa keputusan negara-negara Baltik untuk memboikot pertemuan tersebut “tidak berarti apa-apa bagi masa depan OSCE.”

Pada pertemuan itu, delegasi Rusia akan “mendesak agar OSCE kembali ke asalnya, prinsip-prinsip dan tujuan aslinya,” kata Grushko. [ps/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com