Menhan Israel Berterima Kasih atas Dukungan AS dalam Perang Melawan Hamas

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant pada hari Kamis (30/11) berulang kali menyebut pertempuran Israel melawan Hamas sebagai “sebuah perang yang berkeadilan,” yang tidak akan berakhir sebelum Israel mencapai tujuannya.

“Kami akan memerangi Hamas sampai kami berhasil, tidak peduli selama apa pun itu,” katanya saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Tel Aviv.

“Ini adalah perang yang berkeadilan. Ini adalah perang untuk mengalahkan Hamas, ISIS-nya Gaza, dan ini adalah perang untuk membawa pulang para sandera. Selama apa pun itu.”

Sementara itu, Blinken mengatakan bahwa hari Kamis ini “dimulai dengan sangat buruk dan negatif dengan serangan baru teroris yang menewaskan warga Israel yang tidak berdosa di Yerusalem.”

Ia merujuk pada sebuah penembakan di sebuah halte bus yang padat di pintu masuk Yerusalem, di mana sedikitnya tiga orang tewas, menurut kepolisian Yerusalem.

Kedua pelaku penyerangan, kakak-beradik yang tinggal di lingkungan Yerusalem timur yang dicaplok Israel, juga tewas.

Hamas mengaku bertanggung jawab atas serangan di halte bus itu. Serangan itu, menurut Hamas, merupakan balasan terhadap aksi pembunuhan perempuan dan anak-anak di Gaza dan wilayah Tepi Barat yang diduduki, serta “kejahatan” Israel lainnya.

Blinken mengutuk insiden tersebut sambil mengatakan: “kami juga berduka atas kepergian orang-orang tak berdosa ini seperti kami berduka bagi hilangnya nyawa orang-orang tak berdosa lainnya.”

Blinken juga mengatakan bahwa ia berharap kesepakatan gencatan senjata yang berlaku saat ini dapat dilanjutkan sehingga lebih banyak sandera bisa dibebaskan.

“Kami ingin semua sandera dipulangkan,” ungkapnya. “Tapi ini semua tergantung apakah Hamas mau melanjutkannya.”

Dalam kunjungannya ke Israel, Blinken juga menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan kabinet perangnya di Yerusalem sebelum pergi ke Tepi Barat untuk menggelar pertemuan dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas.

Ia kemudian kembali ke Tel Aviv, di mana ia bertemu dengan Gallant dan pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid. [rd/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com