Ledakan Granat Tangan Jadi Penyebab Jatuhnya Pesawat Prigozhin

Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis (5/10) mengatakan bahwa ledakan granat tangan di dalam pesawat – bukan serangan rudal – menyebabkan jatuhnya pesawat yang menewaskan pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin, pada Agustus lalu.

“Pecahan granat tangan ditemukan di jasad mereka yang tewas dalam kecelakaan itu,” kata Putin pada pertemuan Klub Diskusi Valdai di resor Sochi, di Laut Hitam.

Pemimpin Rusia itu mengatakan, kepala komite investigasi kecelakaan Rusia melaporkan kepadanya beberapa hari yang lalu mengenai temuan mereka.

“Tidak ada benturan eksternal pada pesawat itu – ini sudah menjadi fakta yang ada,” kata Putin, yang tampaknya membantah pernyataan sejumlah pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, yang tak lama setelah pesawat itu jatuh mengatakan bahwa mereka yakin pesawat itu ditembak jatuh.

Beberapa pejabat negara-negara Barat mengatakan bahwa Putin memerintahkan pembunuhan Prigozhin, setelah ia memimpin pemberontakan singkat melawan Kremlin akhir Juni lalu. Kelompok tentara bayaran Prigozhin, Wagner, sebelumnya bertempur bersama tentara Rusia dalam invasi ke Ukraina.

Ribuan tentara bayaran Prigozhin kemudian menetap di Belarus, meski belakangan ini ratusan di antaranya kembali ke garis depan di Ukraina untuk kembali bertempur bagi Rusia.

Prigozhin bepergian dengan bebas di Rusia sebelum tanggal 23 Agustus, ketika pesawatnya jatuh dan menewaskan ia dan sembilan orang lainnya, termasuk dua tokoh penting Wagner, empat pengawal dan tiga awak pesawat.

Putin tidak memberikan rincian bagaimana sebuah atau beberapa granat bisa meledak di dalam pesawat. Namun ia menyalahkan penyelidik karena tidak melakukan tes alkohol dan narkoba terhadap korban kecelakaan, mengingat sejumlah kokain pernah ditemukan di kantor Wagner di St. Petersburg. [rd/rs]

Sebagian materi dalam laporan ini berasal dari Reuters

Sumber: www.voaindonesia.com