Jokowi Dukung Prabowo dan Tidak Campuri Pemilu

Luhur Binsar Pandjaitan, sekutu lama Presiden Joko Widodo, melancarkan pembelaan gigih terhadap pemimpin tersebut yang tengah menghadapi badai kritik. Menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi ini membantah Jokowi melakukan campur tangan politik dalam upaya mempengaruhi hasil pemilihan presiden minggu depan.

Dalam sebuah wawancara yang disiarkan Rabu (7/2) di CNN Indonesia, Luhut membenarkan bahwa Presiden Jokowi mendukung kandidat terdepan dan mantan saingannya, Prabowo Subianto, sebagai kandidat yang paling mungkin melanjutkan agendanya setelah satu dekade berkuasa.

Jokowi, yang tidak dapat mencalonkan diri kembali dan belum secara eksplisit mendukung seorang kandidat, telah menghadapi banyak tuduhan pelanggaran etika dan campur tangan menjelang pemilu tanggal 14 Februari, termasuk keputusan Mahkamah Konstitusi pada menit-menit terakhir untuk mengubah peraturan pemilu, yang memungkinkan putranya menjadi cawapres Prabowo. Jokowi membantah semua itu.

Presiden Jokowi menerima Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pada hari pertama Lebaran di kediamannya di Solo, Jawa Tengah. (Foto: Courtesy/BPMI Setpres/Lukas via website presidenRi.go.id)

Luhut mengatakan, tidak ada yang salah dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang saat itu dipimpin oleh adik ipar Jokowi, yang hingga saat ini masih duduk sebagai salah satu hakim di lembaga itu,

Hakim tersebut ditegur oleh panel etika karena sengaja mengizinkan “intervensi dari pihak eksternal,” yang tidak disebutkan namanya.

“Apakah menurut Anda presiden bisa mempengaruhi kesembilan hakim tersebut? Kalau begitu, pasti ada yang salah dalam proses pengangkatannya,” kata Luhut kepada CNN Indonesia.

Ketika ditanya mengapa Jokowi mendukung Prabowo, Luhut mengatakan bahwa presiden yakin bahwa ia adalah kandidat yang tepat untuk memajukan kebijakan ekonominya, seperti menciptakan industri hilir untuk mengolah sumber daya alam setelah keberhasilan penerapannya pada nikel.

“Kesinambungan ini menunjukkan kecintaan Jokowi terhadap republik ini. Program-program yang ada saat ini merupakan kekuatan yang akan meningkatkan perekonomian Indonesia,” kata Luhut.

“Pemerintahan lain mungkin akan menghambat kemajuan yang dicapai negara kaya sumber daya alam ini dalam meningkatkan pendapatan,” katanya, seraya menambahkan bahwa hanya Prabowo yang telah menunjukkan dukungan kuat terhadap kebijakan hilirisasi yang diusung Jokowi.

Meskipun pesaingnya, Anies Baswedan, mengkritik pesatnya ekspansi pengolahan nikel, ketiga kandidat presiden mengatakan bahwa mereka akan terus mengembangkan industri pengolahan sumber daya alam.

“Itu tidak ada hubungannya dengan putranya yang mencalonkan diri,” kata Luhut tentang dukungan Jokowi terhadap Prabowo. “Masuk akal jika ada yang menginginkan anaknya menjadi wakil presiden.”

Beberapa analis mengatakan dukungan Jokowi terhadap Prabowo dan putranya sebagai pasangannya adalah manuver yang diperhitungkan untuk melindungi warisannya dan mempertahankan pengaruh politiknya setelah ia mengundurkan diri tahun ini.

Luhut memuji Prabowo yang dituduh – tetapi membantah – melakukan pelanggaran HAM pada 1990-an saat menjadi komandan pasukan khusus. Luhut mengatakan, masyarakat tidak boleh terpaku pada masa lalu Prabowo.

“Saya tidak pernah meragukan rasa nasionalismenya, konsistensinya tidak pernah saya ragukan, dan kecintaannya terhadap republik ini tidak pernah saya ragukan,” kata Luhut. [ab/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com