Jerman Pertimbangkan untuk Larang Kelompok Sayap Kanan Ekstrem

Jerman tengah memperdebatkan pemberlakuan larangan terhadap partai “Alternatif untuk Jerman” atau AfD, di tengah protes masal yang menentang ekstremisme sayap kanan yang berlangsung di seluruh negara itu. Pembahasan tersebut muncul menyusul pengungkapan pada bulan lalu di mana seorang politisi senior AfD menghadiri sebuah pertemuan rahasia yang membahas deportasi paksa terhadap para migran, termasuk terhadap mereka yang sudah menjadi warga negara Jerman.

Rincian pertemuan itu yang diterbitkan oleh organisasi penyelidik Correctiv pada 15 Januari lalu membangunkan memori menyakitkan di Jerman, sebuah negara yang khususnya peka terhadap ekstremisme sayap kanan mengingat sejarah Jerman di abad ke-20.

Tetapi sebuah tindakan pelarangan terhadap AfD akan menimbulkan kontroversi mengingat partai itu berada pada posisi kedua dalam jajak pendapat menjelang pemilihan yang krusial pada tahun ini.

Sekitar 150.000 demonstran ikut serta dalam aksi protes di depan gedung parlemen Jerman pada Sabtu (3/2) lalu untuk membentuk apa yang mereka sebut sebagai “benteng pelindung” simbolis untuk melawan ekstremisme sayap kanan. Demonstrasi serupa juga digelar di sejumlah kota di seantero Jerman.

Sejumlah politisi senior Jerman ikut serta dalam aksi protes tersebut. “Saya hendak memperjalas bahwa masyarakat sipil tengah meberikan sinyal di sini, bahwa masyarakat berdiri, menyampaikan suara mereka dan emmperjelas bahwa AfD tidak akan pernah berkuasa di negara ini. Kami semua mempunyai prinsi yang jelas soal itu,” ujar Saskia Esken, kepala Partai Demokratik Sosial, kepada Reuters.

Pengungkapan yang mengejutkan

Protes di seluruh negeri telah digelar setiap akhir pekan sejak pertengahan Januari lalu, ketika artikel dari Correctiv dirilis. Redaktur pelaksana Correctiv, Jeannette Gusko, menggambarkan pengungkapan tersebut sebagai sesuatu yang “eksplosif.”

“Dalam pertemuan tersebut,, para penganut neo-Nazis, pendonor dan sejumlah politisi AfD berbicara secara spesifik terkait realisasi pengusiran jutaan orang dari Jerman. Dan situasi ini adalah situasi di mana AfD memiliki kesempatan nyata untuk meraih kekuasaan. Kami mengetahui bahwa penelitian ini cukup eksplosif secara politis,” ujar Gusko kepada Reuters. “Kami tahu itu, namun apa yang terjadi saat ini unik dalam sejarah Republik Federal Jerman.”

Kanselir Jerman Olaf Scholz bergabung sebentar dalam aksi protes di Potsdam, di luar Berlin, dan menyambut kemarahan yang ditunjukkan para demonstran terhadap AfD.

“Banyak aksi demonstrasi yang direncanakan menentang ektremis sayap kanan yang menjadi musuh demokrasi kita,” ujar Scholz dalam pidato yang disiarkan di televisi pada 19 Januari. “Saya merasa itu hal yang benar dan bagus. Jika ada sesuatu yang tidak boleh muncul lagi di Jerman, hal itu adalah ideologi ras nasional yang diusung Nazi. Rencana pengusiran yang menjijikan yang diusung oleh para ekstremis ini terkait dengan ideologi tersebut.” [jm/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com