Jeda Serangan Mungkin Berarti Rusia ‘Hemat’ Stok Rudal

Kementerian Pertahanan Inggris, Jumat (13/10) mengatakan sudah 21 hari sejak Penerbangan Jarak Jauh Angkatan Udara Rusia melancarkan serangan terhadap Ukraina.

Sebelumnya, Rusia melakukan jeda serangan serupa, dari tanggal 9 Maret hingga 28 April. Jeda serangan selama 51 hari “kemungkinan besar” disebabkan oleh menipisnya persediaan amunisi setelah kampanye musim dingin terhadap infrastruktur nasional Ukraina, kata kementerian tersebut.

Namun, jeda saat ini, menurut kementerian Inggris, kemungkinan besar disebabkan oleh upaya Rusia “menghemat stok rudal AS-23 yang masih tersisa” dan menggunakan waktu untuk meningkatkan “stok yang dapat digunakan” sebelum serangan besar-besaran pada musim dingin melawan Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dalam pidato hariannya pada hari Kamis (12/10) bahwa AS telah menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan yang melanggar batasan harga minyak Rusia yang ditetapkan secara global, dan menyebutnya penting “untuk melanjutkan tekanan dan menghilangkan kemampuan Rusia untuk membiayai agresi melalui sumber daya energi.”

Zelensky juga mengatakan “sebuah langkah yang telah lama ditunggu-tunggu untuk mencapai kebenaran sejarah” terwujud pada hari Kamis dengan pengakuan Majelis Parlemen Dewan Eropa “atas Holodomor tahun 1932-33 sebagai genosida rakyat Ukraina.” Holodomor, yang berarti “kematian karena kelaparan,” adalah bencana kelaparan yang disebabkan oleh manusia pada masa pemerintahan diktator Soviet Josef Stalin yang diperkirakan telah menewaskan lebih dari 3 juta warga Ukraina dan banyak orang di negara itu menyebutnya sebagai tindakan genosida.

Seorang pejabat Rusia pada hari Kamis mengatakan bahwa puing-puing dari pesawat tak berawak Ukraina yang jatuh menewaskan tiga orang di wilayah Belgorod Rusia.

Vyacheslav Gladkov, gubernur regional, mengatakan melalui Telegram bahwa puing-puing menghancurkan sebuah rumah dan tiga mayat ditemukan dari reruntuhan.

Militer Ukraina mengatakan pada hari Kamis bahwa pada malam sebelumnya Rusia menyerang dengan 33 drone yang menarget beberapa wilayah, dan pertahanan udara Ukraina menghancurkan 28 di antaranya.

Salah satu wilayah yang menjadi sasaran adalah Odesa, di Ukraina selatan, di mana para pejabat melaporkan kerusakan pada infrastruktur pelabuhan dan bangunan tempat tinggal. Sedikitnya satu orang terluka.

Odessa sering menjadi sasaran serangan udara Rusia. [lt/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com