Israel Bertekad Hancurkan Kemampuan Militer Hamas

Para pejabat kesehatan Palestina mengatakan, puluhan warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, terbunuh dalam serangan udara Israel ke kamp pengungsi Jabalia di Gaza, pada hari Senin. Pejabat kesehatan menyebut, lebih dari 500 orang terbunuh dan 120 ribu telah mengungsi ke sekolah-sekolah di kawasan lain Gaza.

Ibrahim Nofal, seorang penduduk Jabalia, mengungkapkan kesedihannya.

“Lebih dari empat rumah di daerah Al Trans di Jabalia dihancurkan tanpa ada peringatan sebelumnya. Lebih dari 50 atau 60 martir. Banyak korban. Kehancuran yang luar biasa. Ya, Tuhan. Mereka sedang menarik keluar orang-orang (dari reruntuhan) saat ini. Ya Tuhan.”

Warga Palestina berjalan melewati puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza, 10 Oktober 2023.

Di Israel, negara itu masih terkejut atas jatuhnya korban dengan jumlah paling besar dalam 50 tahun terakhir. Lebih dari 260 jasad anak muda pengunjung festival musik ditemukan pada Minggu. Pasukan bersenjata Hamas menculik lebih dari 130 warga Israel, kebanyakan dari festival ini, dan membawa mereka ke Gaza.

Salah seorang yang hilang sampai saat ini adalah Adi Maizel, 21 tahun. Ibunya, Ahuva Maizel, berbicara kepada wartawan pada Senin.

“Itu adalah panggilan telepon kami dengan dia, di mana kami mendengar banyak suara dan tembakan dan pengeboman serta kekacauan. Betul-betul kacau. Dan itu adalah sambungan telepon terakhir kami dengan Adi. Sejak saat itu, kami tidak tahu posisi dia sebenarnya, di mana dia, dalam kondisi seperti apa. Kami tidak tahu apakah dia masih hidup atau tidak. Kami tidak tahu apakah dia terluka dan berdarah di suatu tempat. Kami tidak tahu apakah seseorang menculiknya. Kami hanya tidak berdaya.”

Israel mengatakan, mereka kini telah mengamankan 22 komunitas di mana ratusan pasukan bersenjata Hamas menyusup sebelumnya dan membunuh masyarakat sipil. Israel sekarang menyerang, dan para pejabat telah bersumpah untuk memastikan Hamas tidak lagi memiliki kemampuan militer.

Para analis mengatakan, Israel harus bekerja keras untuk mengembalikan kemampuannya mencegah serangan.

David Wurmser, mantan penasehat masalah Timur Tengah untuk mantan Wakil Presiden AS, Dick Cheney, mengatakan, “Citra sebagai pihak lemah yang kini disandang Israel karena malapetaka dalam 48 jam terakhir adalah sesuatu yang tidak bisa keluar dari perang. Jika iya, itu akan mempengaruhi perdamaian dan perang pada masa depan. Mereka yang ada di wilayah itu dan menginginkan perdamaian dengan Israel, sepenuhnya memahami apa yang harus dilakukan Israel di sini. Itu, pada dasarnya, harus mencapai kemenangan strategis, pada level yang mampu menghapus dan menguasai, yang bisa dikatakan melampaui kekalahan strategis.”

Pemerintah Israel telah memanggil ratusan ribu tentara cadangan, dan kebanyakan diperkirakan akan masuk ke Gaza dalam beberapa hari ke depan. Pejabat-pejabat Israel telah mengatakan kepada masyarakat agar bersiap-siap untuk peperangan yang panjang, setidaknya beberapa pekan. [ns/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com