Iran Deportasi Hampir 350 Ribu Orang Afghanistan dalam 3 Bulan

Dalam tiga bulan terakhir, Iran dan Pakistan telah memaksa sekitar 850 ribu warga negara Afghanistan yang tak memiliki izin tinggal untuk kembali ke Afghanistan yang diperintah Taliban, kata para pejabat hari Minggu (10/12).

Penindakan keras terhadap warga Afghanistan yang tinggal secara ilegal di negara-negara tetangganya masih terus berlangsung, meskipun ada peringatan dari PBB bahwa musim dingin hebat dan masa depan yang tidak menentu akan dihadapi orang-orang itu di negara mereka yang miskin dan dilanda krisis tersebut.

Abdul Rahman Rashid, menteri Taliban untuk urusan pengungsi dan repatriasi, mengatakan kepada saluran berita TOLO hari Senin bahwa Iran telah mendeportasi “sekitar 345 ribu” orang Afghanistan sejak pekan terakhir bulan September.

Tanpa memberi rincian lebih lanjut, Rashid mengatakan pemerintahan Taliban telah memberi setiap keluarga yang kembali dengan hibah uang tunai dan bantuan darurat lainnya.

Pihak berwenang Iran telah berjanji akan mendeportasi orang-orang Afghanistan yang tinggal secara ilegal di negara mereka.

Para pejabat di Pakistan telah melaporkan hampir 490 ribu orang telah kembali ke Afghanistan sejak pemerintah memerintahkan penindakan keras terhadap orang-orang asing yang tinggal secara ilegal di sana, termasuk di antaranya sekitar 1,7 juta orang Afghanistan, dua bulan silam.

Menteri Dalam Negeri Sarfaraz Bugtin mengklaim pada konferensi pers di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada akhir pekan lalu bahwa “lebih dari 90%” orang Afghanistan tanpa izin resmi telah dipulangkan atau melakukan itu “secara sukarela.”

Badan pengungsi PBB telah melaporkan pengurangan bertahap jumlah orang yang kembali dari Pakistan dalam beberapa hari ini. Namun, mereka mengantisipasi 280 ribu individu lainnya diperkirakan akan kembali ke Afghanistan dari negara tetangganya itu pada Juli 2024.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pekan lalu bahwa “kerentanan orang-orang yang kembali akan meningkat selama musim dingin yang keras, menyebabkan permintaan yang lebih besar bagi layanan kesehatan untuk menyelamatkan jiwa kalau situasi memburuk.”

Pemerintah Pakistan telah menjustifikasi kampanye deportasinya, dengan mengatakan hal itu sesuai dengan UU imigrasi Pakistan, dan pelanggar regulasi semacam itu di seluruh dunia menghadapi nasib serupa.

Pakistan telah berulang kali mengklarifikasi bahwa penindakan itu tidak menargetkan hampir 2,3 juta orang Afghanistan yang memiliki izin tinggal, yang 1,4 juta di antaranya adalah pengungsi. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com