Ibu Negara di Ruang Politik Amerika

Jimmy Carter, yang sejak 1970 menjadi Gubernur di Georgia mulai memperkenalkan diri sebagai bakal calon presiden dari Partai Demokrat pada 1974, dan pada Juli 1976 dia resmi menjadi calon presiden. Dia mempublikasikan pencalonan itu di depan pendukungnya di New York, seperti terekam dalam dokumentasi Jimmy Carter Presidential Library.

“Nama saya Jimmy Carter, dan saya mencalonkan diri sebagai presiden.”

Enam bulan kemudian, tepatnya pada 20 Januari 1977, Carter disumpah sebagai presiden Amerika Serikat ke 39. “Komitmen kita pada hak asasi manusia harus mutlak, hukum kita harus adil, keindahan alam kita terjaga. Yang kuat tidak menganiaya yang lemah, dan martabat manusia harus ditingkatkan,” kata dia dalam pidato pertamanya seperti dicatat AFP.

Sejak saat itu, Amerika dipimpin Jimmy Carter. Namun, ada perempuan yang pengaruh dan namanya bergaung tak kalah besar dari presiden, yaitu istrinya Rosalynn Carter.

Mantan ibu negara AS Rosalynn Carter meninggal dunia pada usia 96 tahun (foto: dok).

Mantan ibu negara itu, yang disebut oleh Jimmy Carter sebagai perpanjangan dari dirinya, meninggal pada usia 96 tahun, Minggu 19 November 2023. Dalam keterangan yang dicatat kantor berita Reuters, Rosalynn meninggal dengan damai didampingi seluruh keluarganya.

Pada Mei lalu, keluarga Carter mengatakan bahwa Rosalynn mengalami demensia, tetapi tetap menjalani hari-hari bahagia bersama keluarganya di rumah pasangan itu di Plains, Georgia. Sementara mantan presiden Jimmy Carter sendiri, yang berusia 99 tahun, telah dirawat di rumah sakit sejak Februari tahun ini.

Kisah Cinta Sejati

Jimmy dan Rosalynn Carter adalah pasangan presiden dan ibu negara dengan pernikahan terlama. Mereka menikah pada 1946 ketika Jimmy berumur 21, dan Rosalynn menginjak usia 18 tahun.

“Aku tidak berpikir ketika itu bahwa aku akan menikah. Aku tidak suka dengan anak laki-laki. Tapi itu adalah anak laki-laki jaman itu, karena memang periode itu. Aku tidak tahu bagaimana caranya berbicara dengan mereka. Aku tidak ingin pergi keluar bersama mereka. Aku dulu sering mengatakan pada ibuku, ketika telepon bordering, agar ibu mengatakan bahwa aku tidak ada di rumah. Aku tidak ada di rumah karena sedang keluar dan bermain di jalan. Lalu, datanglah Jimmy Carter, dan hidupku kemudian menjadi petualangan sejak itu. Terimakasih, aku mencintaimu,” kata Rosalynn yang duduk di samping suaminya, dalam sebuah acara pada 10 Juli 2021.

Ketika bertugas di Gedung Putih, pasangan Carter adalah sebuah tim, dan presiden bahkan menyebut istrinya sebagai penasihat terdekatnya. Rosalynn bahkan kadang diundang sebagai peninjau dalam rapat kabinet dan diskusi-diskusi strategi politik.

Jimmy dan Rosalynn Carter menikah pada tahun 1946, saat keduanya berusia 21 dan 18 tahun (foto: dok).

Jimmy dan Rosalynn Carter menikah pada tahun 1946, saat keduanya berusia 21 dan 18 tahun (foto: dok).

Tidak seperti sejumlah ibu negara yang lain, tulis AP, Rosalynn juga berbicara dalam sejumlah isu-isu yang kontroversial dan mewakili suaminya dalam perjalanan dinas ke luar negeri. Pada pembantu presiden, kadang-kadang menyebutnya, secara pribadi, sebagai wakil presiden.

“Rosalynn adalah teman terbaikku, perpanjangan tangan yang sempurna untukku, mungkin adalah orang paling berpengaruh dalam hidupku,” papar Jimmy Carter kepada sejumlah pembantu dekatnya selama berdinas di Gedung Putih, 1977-1981.

Dalam sebuah wawancara dengan AP, Bill Foege, dari Carter Center menggambarkan hubungan keduanya.

“Untuk menekankan betapa penting peran Nyonya Carter dalam semua ini, dia akan menghadiri semua pertemuan. Dia akan mencatat semuanya. Dan bahkan ketika mereka pergi untuk mengamati burung, dia yang akan mencatat daftar burung yang sudah mereka amati.”

Peran Besar Rosalynn

Setelah masa kepresidenan satu periode yang berakhir pada 1981, Jimmy Carter menjalani tahun-tahun pasca Gedung Putih yang terpanjang dibanding semua presiden sebelumnya, dan Rosalynn memainkan peran penting di tahun-tahun itu, termasuk sebagai bagian dari organisasi nirlaba Carter Center dan yayasan amal the Habitat for Humanity.

Keinginan sepanjang hidup perempuan ini adalah mempromosikan kesehatan mental, bukan karena ada alasan pribadi tetapi disebabkan oleh keyakinan kuat bahwa advokasi isu ini diperlukan. Dia menjadi Ketua Kehormatan dari Komisi Presiden untuk Kesehatan Mental, yang menjadi kunci utama lolosnya UU 1980 yang membantu pendanaan pusat kesehatan mental lokal.

Sangat setia dan penuh kasih, serta cerdik secara politik, Rosalynn membanggakan dirinya sebagai ibu negara yang juga aktivis, dan tidak ada yang meragukan pengaruhnya di belakang layar. Ketika perannya dalam perombakan cabinet yang dipublikasikan secara luas diketahui, dia menyatakan secara terbuka, “Aku tidak menjalankan pemerintahan.”

Banyak pembantu dekat presiden meyakini bahwa insting politik Rosalynn lebih baik dibanding suaminya, mereka kadang bahkan mencari dukungannya untuk sebuah program, sebelum mendiskusikan dengan presiden. Kemauan bajanya, kontras dengan sikap pemalu dan aksen Selatan yang lembut, yang menginspirasi para wartawan di Washington untuk memberinya julukan “the Steel Magnolia.”

Jimmy Carter sangat mempercayai istrinya, sehingga pada 1977, hanya beberapa bulan setelah dia menjabat, Carter mengirim Rosalynn dalam sebuah misi ke Amerika Latin, untuk memberi tahu para diktator bahwa dia bersungguh-sungguh terkait apa yang dia katakana tentang penolakan bantuan militer dan dukungan lain kepala pelanggar HAM.

Sepanjang karir politik suaminya, Rosalynn memilih kesehatan mental dan masalah-masalah yang dihadapi manula sebagai kebijakan utama yang ditekankan. Ketika media-media berita tidak menulis tentang upaya-upaya itu sebanyak yang dia percaya seharusnya diberikan, dia mengkritisi para wartawan karena hanya menulis tentang materi-materi yang seksi.

Sebagai Ketua Kehormatan dari Komisi Presiden untuk Kesehatan Mental, dia pernah bersaksi di depan sub komite Senat, yang membuatnya menjadi ibu negara pertama sejak Eleanor Roosevelt yang berbicara di panel Konggres. Dia bahkan kembail ke Washington pada 2007 untuk menekan Kongres, menaikkan cakupan kesehatan mental dan mengatakan “ Kita sudah mengerjakan ini dalam jangka waktu begitu panjang, sepertinya akhirnya ini bisa tertangani.”

Setelah Ronald Reagan memang dalam pemilu 1980, Rosalynn sepertinya terlihat lebih terpukul dibanding suaminya. Dia awalnya tidak begitu berminat untuk kembali ke kota kecin Plains, Georgia, dimana dia dan suaminya lahir, menikah dan menghabiskan sebagian besar usia.

“Aku ragu-ragu, sama sekali tidak yakin bahwa aku bisa bahagia disini setelah pesona Gedung Putih dan tahun-tahun pertempuran politik yang menegangkan,” tulisnya dalam otobiografi yang terbit tahun 1984, First Lady from Plains. “Tetapi pelan-pelan kami menemukan kembali kepuasan hidup yang telah kami tinggalkan sebelumnya.”

Jimmy Carter adalah presiden Amerika Serikat dengan usia paling panjang, sedangkan Rosalynn adalah ibu negara dengan usia tertua kedua, hanya tertinggal dari Bess Truman, yang meninggal pada usia 97 tahun.

Teman Masa Kecil

Eleanor Rosalynn Smith lahir di Plains pada 18 Agustus 1927, sulung dari empat bersaudara. Ayahnya meninggal ketika dia masih muda, karena itu Rosalynn menanggung sebagian besar tanggung jawab dalam merawat adik-adiknya, ketika ibunya harus bekerja paruh waktu.

Dia juga menyumbang pendapatan keluarganya dengan bekerja setelah sekolah di salon kecantikan. “Kami sangat miskin dan bekerja keras,” ujarnya suatu saat. Namun dia tetap melanjutkan sekolah, lulus dari SMA dan tampil berpidato.

Dia kemudian jatuh cinta pada saudara dari salah satu kawan karibnya. Jimmy dan Rosalynn telah saling kenal sepanjang hidup mereka, bahkan ibu Jimmy, Lilian Carter yang seorang perawat, yang membantu proses kelahiran Rosalynn. Jimmy pergi ke Akademi Angkatan Laut di Annapolis, Maryland, ketika Rosalynn masih duduk di SMA.

Anak-anak mereka lahir di kota tempat Jimmy Carter bertugas: John William lahir di Portsmouth, Virginia (1947), James Earl III di Honolulu (1950), Donnel Jeffrey di New London, Connecticut (1952) dan Amy lahir di Plains (1967) ketika Carter menjadi Senator negara bagian.

Pada puncak kekuatan politik Carter, Lillian Carter berkata tentang menantu perempuannya : “Dia bisa melakukan apapun di dunia bersama Jimmy, dan dialah satu-satunya. Jimmy hanya mau mendengarkan Rosalynn.” [ns/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com