Guinea-Bissau Tunjuk PM Baru pasca Upaya Kudeta

Presiden Guinea-Bissau, Umaro Sissoco Embalo pada Rabu (20/12) memberhentikan perdana menterinya dan segera menunjuk penggantinya, setelah apa yang dia gambarkan sebagai “percobaan kudeta”.

Perintah presiden yang dikirim ke AFP mengatakan, Geraldo Joao Martins “diberhentikan dari jabatannya sebagai perdana menteri. Keputusan tersebut berlaku segera.”

Dekrit lainnya, dikeluarkan untuk menunjuk Rui Duarte Barros sebagai pengganti.

Kekerasan meletus di ibu kota Bissau, antara anggota garda nasional dan pasukan khusus pengawal presiden pada malam tanggal 30 November, menyebabkan dua orang tewas.

Embalo mengumumkan “percobaan kudeta” telah terjadi dan membubarkan parlemen, dengan mengatakan negara Afrika Barat itu telah terjerumus ke dalam krisis dan pemilu baru akan diadakan.

Dia juga mengatakan, bahwa dia mengambil alih portofolio kementerian dalam negeri dan pertahanan tetapi mengumumkan bahwa Martins akan tetap menjabat.

Baik Martins maupun Barros, adalah anggota partai PAIGC, yang memimpin koalisi oposisi yang memenangkan pemilu bulan Juni.

Barros adalah perdana menteri pemerintahan transisi pada awal tahun 2000-an setelah bertugas sebagai menteri keuangan.

Sejak memperoleh kemerdekaan dari Portugal pada 1974, negara berpenduduk dua juta jiwa ini telah mengalami serangkaian kudeta dan upaya kudeta.

Terpilih untuk masa jabatan lima tahun pada Desember 2019, Embalo selamat dari upaya untuk menggulingkannya pada Februari 2022. [ns/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com