Demonstrasi di Eropa Desak Diakhirinya Antisemitisme, Unjuk Rasa Pro-Palestina Berlanjut

Ribuan orang berunjuk rasa di Berlin dan London pada hari Minggu (22/10) untuk menentang antisemitisme dan mendukung Israel, sementara demonstrasi untuk mendukung warga Palestina di Gaza yang terkepung terus berlanjut di seluruh dunia.

Sebagian warga yang berkumpul di depan Gerbang Brandenburg di Berlin membawa bendera Israel atau poster dengan foto lebih dari 200 orang yang ditangkap oleh Hamas sebagai sandera selama serangan mematikan yang dilakukan militan tersebut pada 7 Oktober lalu ke Israel.

“Sungguh tidak tertahankan bahwa orang-orang Yahudi kembali hidup dalam ketakutan hari ini – bahkan di negara kita,” kata Presiden Frank-Walter Steinmeier kepada warga yang hadir pada demonstrasi itu.

“Setiap serangan terhadap orang-orang Yahudi, terhadap lembaga-lembaga Yahudi adalah aib bagi Jerman. Setiap serangan membuat saya malu dan marah.”

Sebelumnya, Kanselir Jerman Olaf Scholz meresmikan sinagoga baru di kota Dessau di bagian timur dan mengatakan ia “marah” dengan meningkatnya antisemitisme sejak konflik dimulai.

Pada beberapa bangunan di Berlin tempat tinggal orang Yahudi, terdapat lukisan bintang Daud di pintu dan dindingnya, dan para penyerang melemparkan dua bom molotov ke sebuah sinagoga di Berlin minggu lalu.

“Di sini, di Jerman di antara tempat-tempat lain,” kata Scholz, bertekad ” sumpah kita tidak akan lagi terjadi harus tidak tergoyahkan.”

Di London, Dewan Deputi Yahudi Inggris menyerukan masyarakat untuk berunjuk rasa di Trafalgar Square pada Minggu sore untuk mendesak kembalinya lebih dari 200 orang yang disandera oleh Hamas.

Perang ini telah meningkatkan ketegangan di seluruh dunia, membuat komunitas Yahudi dan Muslim merasa terancam. Kepolisian Metropolitan London mengatakan laporan pelanggaran antisemitisme meningkat 13 kali lipat pada bulan Oktober dibandingkan tahun lalu. Laporan kejahatan anti-Muslim meningkat lebih dari dua kali lipat.

Unjuk rasa pada hari Minggu terjadi sehari setelah puluhan ribu demonstran pro-Palestina – 100.000 menurut perkiraan polisi – berunjuk rasa melalui ibu kota Inggris untuk menuntut Israel menghentikan pemboman terhadap Gaza. Sambil mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan: “Hentikan pengeboman di Gaza,” para peserta menyerukan diakhirinya blokade Israel dan serangan udara yang dilancarkan setelah serangan brutal Hamas.

Pihak berwenang di Gaza mengatakan lebih dari 4.600 orang telah tewas di wilayah tersebut sejak perang terakhir dimulai. Lebih dari 1.400 orang tewas di Israel, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil yang tewas dalam serangan 7 Oktober.

Israel mengintensifkan pemboman terhadap Gaza menjelang serangan darat yang diperkirakan akan dilakukan. Media Mesir mengatakan 17 truk yang membawa bantuan kemanusiaan menyeberang ke jalur yang terkepung pada hari Minggu, setelah 20 truk diizinkan memasuki Gaza pada hari Sabtu melintasi perbatasan selatan Rafah dengan Mesir.

Pada hari Minggu ratusan orang berkumpul di Sarajevo – yang dibom dan dikepung selama perang Bosnia pada tahun 1990an – untuk menunjukkan solidaritas terhadap penderitaan warga Palestina di Gaza.

“Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana manusia. Hukuman kolektif. Kejahatan perang. Hal-hal ini harus disebutkan dengan benar,” kata Nabil Naser, seorang dokter Palestina yang bekerja di Sarajevo selama perang Bosnia.

Lebih dari 3.000 orang menghadiri unjuk rasa “Kebebasan untuk Palestina” pada hari Minggu di sebuah alun-alun di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sambil mengibarkan bendera Palestina dan diiringi tabuhan genderang, pengunjuk rasa termasuk perempuan dan anak-anak meneriakkan “Palestina tidak akan pernah mati” dan “Dari sungai hingga laut, Palestina akan merdeka.”

Malaysia adalah pendukung kuat perjuangan Palestina dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Umat Muslim di negara tersebut telah melakukan demonstrasi mingguan setelah salat Jumat di luar Kedutaan Besar Amerika, mengecam dukungan AS terhadap Israel.

Munir Izwan seorang pensiunan di Malaysia mendesak negara-negara tetangga Palestina untuk meningkatkan upaya bantuan.

“Bahkan dalam ajaran Islam, tetangga terdekat seharusnya paling membantu dalam mendamaikan kedua pihak. Tapi dari yang saya lihat, negara tetangga Palestina, mereka hanya ngomong tapi tidak ada tindakan,” kata Munir.

Demonstrasi dukungan terhadap Palestina diadakan pada hari Sabtu di seluruh Eropa – di Roma, Barcelona, beberapa kota di Perancis, Düsseldorf, Jerman dan ibu kota Kosovo, Pristina – serta di Sydney dan di kota-kota Amerika termasuk Los Angeles dan Houston.

Di Istanbul, pengunjuk rasa di luar Konsulat Israel pada Sabtu malam memegang boneka anak-anak untuk menarik perhatian pada banyaknya anak-anak Palestina yang terbunuh di Gaza. Para pengunjuk rasa yang berafiliasi dengan kelompok Islam memegang poster bertuliskan: “Saya berhak untuk bermain” dan mengacungkan mainan dengan poster yang menyerukan Israel untuk “berhenti membunuh anak-anak yang tidak bersalah.” [my/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com