Debat Terakhir Kandidat Capres Partai Republik AS, Trump Kembali Absen

Gubernur negara bagian Florida Ron DeSantis dan mantan duta besar AS untuk PBB Nikki Haley bersiap menghadapi debat terakhir kandidat calon presiden dari Partai Republik pada Rabu (10/1) malam waktu setempat, menjelang dilaksanakannya kaukus Iowa pekan depan untuk menentukan capres Partai Republik. Namun, kandidat terdepan, mantan presiden Donald Trump, kembali menolak hadir dalam debat tersebut.

Jajak pendapat di Iowa menunjukkan Trump unggul 30 hingga 40 poin atas DeSantis dan Haley. Itu membuat Trump leluasa untuk melewatkan debat yang digelar stasiun televisi CNN itu. Ia justru hadir dalam acara tanya-jawab dengan calon pemilih di Fox News, tanpa ditantang langsung di panggung debat oleh para pesaing politiknya.

Trump kini tengah menghadapi 91 dakwaan pidana dalam empat kasus berbeda. Namun, hasil sejumlah jajak pendapat yang menunjukkan popularitasnya di atas DeSantis, Haley, mantan Gubernur New Jersey Chris Christie, dan pengusaha Vivek Ramaswamy, membuat tim kampanyenya memperkirakan Trump tetap bisa melaju untuk dinominasikan Partai Republik pada akhir Maret nanti. Baik Christie maupun Ramaswamy tidak memperoleh hasil jajak pendapat yang cukup tinggi untuk memenuhi syarat keikutsertaan acara debat CNN tersebut.

Unggulnya Trump dalam pemungutan suara di Iowa menjadikan debat antara DeSantis dan Haley pertarungan untuk menentukan siapa yang jadi penantang utama Trump pada pemilihan pendahuluan di negara bagian New Hampshire pada 23 Januari mendatang.

Baik DeSantis maupun Haley enggan menyerang Trump secara agresif karena takut kehilangan suara para pendukungnya. Namun, keduanya sempat mengkritik Trump karena melewatkan semua debat calon presiden dari Partai Republik dalam beberapa bulan terakhir. Baru-baru ini, mereka juga menyalahkan Trump karena gagal menyelesaikan proyek tembok perbatasan AS-Meksiko yang ia janjikan untuk mengatasi krisis migrasi, membiarkan utang negara membengkak selama masa jabatannya di Gedung Putih, dan secara terang-terangan menyatakan sikapnya dalam membatasi aborsi di Amerika.

Sebaliknya, Trump menjuluki Ron DeSantis sebagai “Ron DeSanctimonious”, alias “Ron Munafik”. Ia menyerang Haley karena menjadi saingannya padahal Haley pernah menyatakan tidak akan mencalonkan diri jika Trump mencalonkan diri lagi. Trump juga menganggap Haley “didanai donor-donor kaya.” [br/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com