China Peringatkan Australia untuk Berhati-hati dalam Operasi AL di Laut China Selatan

Seorang pejabat China yang sedang berkunjung pada hari Selasa (28/11) memperingatkan Australia untuk bertindak dengan “sangat hati-hati” dalam mengerahkan kapal perangnya di Laut China Selatan setelah konfrontasi baru-baru ini antara angkatan laut kedua negara tersebut.

Liu Jianchao, pejabat urusan internasional Partai Komunis China, memberikan peringatan tersebut ketika berbicara di sebuah universitas di Sydney dalam lawatan yang ditujukan untuk membuka jalan bagi kunjungan Presiden Xi Jinping ke Australia, yang diperkirakan akan berlangsung tahun depan.

Hubungan bilateral telah membaik akhir-akhir ini, namun mengalami kemunduran ketika Australia menuduh kapal perusak China CNS Ningbo mencederai sejumlah penyelam Angkatan Laut Australia dengan gelombang sonar di perairan Jepang pada tanggal 14 November. Australia mengatakan China mengabaikan peringatan keselamatan untuk menjauhi kapal fregat Australia HMAS Toowoomba.

Liu menegaskan kembali posisi China bahwa insiden itu terjadi di luar wilayah perairan Jepang dan bahwa kapal perang China tidak menimbulkan bahaya.

“Kami mendesak pemerintah Australia dan juga militernya untuk bertindak dengan sangat hati-hati dalam hal ini,” kata Liu di Universitas Teknologi Sydney.

“Insiden sekecil itu bisa menjadi lebih besar jika tidak ditangani dengan baik,” tambahnya.

FILE: Kapal Angkatan Laut Australia Toowoomba berlabuh di Pangkalan Angkatan Laut Changi pada pameran kapal perang IMDEX Asia 2023 di Singapura, 4 Mei 2023. (REUTERS/Caroline Chia)

Toowoomba dilaporkan mengambil tindakan yang semakin membuat marah Beijing dengan melintas ke arah selatan dari Jepang melalui Selat Taiwan yang disengketakan pekan lalu.

Liu mengatakan melalui manuver itu Australia seolah membuat pernyataan bahwa mereka berusaha membendung China.

Militer AS, Kanada, dan Australia telah berkali-kali mengeluh tentang apa yang mereka katakan sebagai tindakan berbahaya yang dilakukan angkatan laut dan udara China di Pasifik barat. Para analis khawatir tabrakan atau kecelakaan lainnya dapat memicu insiden internasional dan meningkat menjadi konflik.

Kunjungan Liu terjadi setelah Anthony Albanese baru-baru ini menjadi perdana menteri Australia pertama yang mengunjungi China dalam tujuh tahun terakhir. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com