Blinken Bahas Proposal Gencatan Senjata Israel-Hamas dengan Pejabat Israel

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Israel untuk melakukan pembicaraan pada hari Rabu (7/2) dengan para pemimpin Israel mengenai usulan penghentian pertempuran di Gaza dan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas.

Pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan Presiden Isaac Herzog diselenggarakan sehari setelah Blinken mengatakan para pemimpin Hamas telah memberikan tanggapan mereka terhadap proposal tersebut.

Blinken mengatakan kepada para wartawan di Doha, Qatar, bahwa Amerika Serikat sedang mempelajari tanggapan tersebut secara intensif, dan hal itu telah disampaikan kepada Israel.

“Kami akan bekerja sekeras mungkin untuk mencoba mendapatkan kesepakatan sehingga kami dapat bergerak maju tidak hanya dengan pembaruan tetapi juga dengan perjanjian yang diperluas mengenai sandera dan semua manfaat yang akan diperoleh,” kata Blinken.

Di Washington, Presiden AS Joe Biden menggambarkan tanggapan kelompok militan tersebut “sedikit berlebihan” dan mengatakan negosiasi terus berlanjut.

Amerika Serikat, Mesir dan Qatar membantu menyusun proposal gencatan senjata yang saat ini sedang dipertimbangkan, yang akan mencakup jeda pertempuran yang berlangsung beberapa minggu dan pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza.

Gencatan senjata sementara sebelumnya pada akhir November berlangsung selama seminggu dan menghasilkan pembebasan lebih dari 100 sandera dari Gaza dan 240 tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel. Militer Israel mengatakan pada hari Selasa bahwa 31 sandera yang tersisa telah tewas.

Di Doha, Blinken mengadakan pembicaraan pada hari Selasa dengan emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani.

Al-Thani mengatakan kepada wartawan melalui seorang penerjemah, “Kami telah menerima balasan dari Hamas sehubungan dengan kerangka umum perjanjian, sehubungan dengan sandera. Balasannya mencakup beberapa komentar, tetapi secara umum positif.”

Perdana Menteri Qatar itu menyatakan optimismenya dan berharap pembebasan sandera akan membuahkan hasil sebagai imbalan atas perpanjangan kesepakatan gencatan senjata “segera,” namun menolak untuk menjelaskan rinciannya karena sensitif.

Sebelumnya, Selasa, Blinken bertemu dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi di Kairo.

“Menteri Blinken dan Presiden el-Sissi membahas upaya yang sedang berlangsung untuk menjamin pembebasan semua sandera yang ditahan oleh Hamas,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Matthew Miller dalam sebuah pernyataan. “Menteri Blinken menekankan penolakan Amerika Serikat terhadap pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza dan komitmen untuk mendirikan negara Palestina yang memberikan perdamaian dan keamanan bagi Israel dan Palestina,” tambahnya.

Di PBB, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa di Jalur Gaza, 20 mitra telah memberikan bantuan makanan, menjangkau sekitar 1,8 juta orang antara 29 Januari-4 Februari.

Tentara Israel berdiri di dekat salah satu truk Mesir yang membawa pasokan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, di sisi Israel di perbatasan Kerem Shalom yang melintasi wilayah Palestina pada 6 Februari 2024.

Selain itu, Program Pangan Dunia mendistribusikan lebih dari 190.000 paket makanan pada bulan Januari, yang cukup untuk sekitar 955.000 orang selama 10 hari. Paket-paket ini diberikan kepada para pengungsi yang tinggal di kamp-kamp informal dan komunitas-komunitas setempat di Jalur Gaza, kata Dujarric. [lt/ab]

Koresponden VOA di PBB Margaret Besheer dan Kepala Biro VOA di Gedung Putih Patsy Widakuswara berkontribusi dalam laporan ini. Sebagian informasi untuk laporan ini berasal dari Agence France-Presse dan Reuters.

Sumber: www.voaindonesia.com