Biden Bela Pembangunan Tembok Perbatasan, Meski Tak Yakin Efektivitasnya dalam Menghalau Migran

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, pada Kamis (5/10), membela keputusan pemerintahannya untuk mengesampingkan 26 undang-undang federal di Texas Selatan untuk mengizinkan pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko sepanjang 20 mil (32 kilometer). Ia beralasan, dirinya tidak punya pilihan selain menjalankan pembangunan tembok tersebut dengan menggunakan anggaran federal yang sudah disetujui sebelumnya pada era Trump.

“Uang itu sudah dianggarkan untuk pembangunan tembok perbatasan,” kata Biden. “Saya tidak bisa menghentikannya.”

Dana itu sudah dianggarkan pada tahun 2019, sebelum Biden menjabat.

Biden mengatakan, ia sudah membujuk para anggota Kongres untuk mengalihkan anggaran tersebut, namun ditolak. Ia menambahkan, undang-undang mewajibkan anggaran tersebut untuk digunakan sesuai peruntukannya dan agar pembangunan tembok itu rampung pada 2023.

Saat ditanya apakah menurutnya tembok perbatasan efektif menangani masalah migrasi, ia menjawab: “Tidak.”

Meski demikian, pengesampingan undang-undang federal untuk mengizinkan pembangunan tembok tersebut, yang dilakukan secara rutin pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, menimbulkan berbagai pertanyaan, terutama karena Biden mengutuk keras anggaran pembangunan tembok perbatasan saat masih berkampanye pada pilpres 2020.

Biden menanggapi masalah pembangunan tembok itu ketika menggelar rapat dengan tim keamanan nasionalnya, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan yang baru, Jenderal C.Q. Brown, untuk membahas masalah Ukraina dan sebagainya. [rd/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com