Balasan Israel terhadap Serangan Hamas ‘Baru Saja Dimulai’

Dalam pidato kenegaraan pada Senin (9/10) malam, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, pasukan militer negaranya “baru saja mulai” melakukan perlawanan terhadap militan Hamas, bahkan ketika pesawat tempur Israel sepanjang hari melancarkan ratusan serangan udara di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Netanyahu mendesak oposisi di pemerintahan sayap kanannya untuk “segera membentuk pemerintahan darurat nasional tanpa syarat” selama perang.

Pesawat-pesawat tempur Israel berulang kali menyerang Gaza pada hari Senin, sementara pihak militer mengatakan pihaknya telah mengerahkan 300.000 tentara cadangan menjelang “pelaksanaan serangan” sebagai balasan terhadap serangan mendadak yang dilakukan militan Hamas pada hari Sabtu (7/10).

“Kami bertarung melawan hewan, dan kami akan melakukan tindakan yang sesuai,” kata Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant kepada komandan militer. Pada Senin, Israel mengatakan telah menyerang 130 sasaran Hamas selama tiga jam.

Sebagai tanggapan, juru bicara militer Hamas mengancam bahwa para pejuangnya akan membunuh salah satu dari sekitar 150 sandera sipil yang ditahan Hamas, setiap kali Israel menarget warga sipil Gaza tanpa peringatan.

Gallant mengatakan dalam sebuah pernyataan video, Israel akan menerapkan “pengepungan total” di Gaza, memutus akses listrik, makanan, air dan gas pada wilayah Palestina tersebut.

Organisasi hak asasi Human Rights Watch mengkritik keputusan tersebut.

“Merampas [akses terhadap] makanan dan listrik di sebuah wilayah pendudukan ada hukuman kolektif, yang berarti kejahatan perang,” ujar Omar Shakir, direktur Human Rights Watch untuk wilayah Israel dan Palestina, dalam pernyataannya pada Senin.

Juru bicara kepala militer Israel Laksamana Muda Daniel Hagari mengatakan kepada wartawan, Israel memulihkan kendali atas wilayah dekat Gaza yang diserbu militan Hamas dalam serangan yang dimulai pada hari Sabtu. [ps/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com