ASEAN dan Jepang Adopsi Visi Bersama

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, menyambut para pemimpin, termasuk Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Ketua ASEAN saat ini yang juga Presiden Indonesia, Joko Widodo serta Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin, menjelang rapat pleno pembukaan KTT tersebut.

Fumio Kishida dan Joko Widodo, kemudian mengadakan pernyataan pers bersama setelah mengakhiri pertemuan dengan para pemimpin dari blok kawasan itu, di Tokyo pada Minggu.

Kishida mengatakan, Jepang dan ASEAN mengadopsi pernyataan visi bersama dan rencana implementasi, yang menegaskan komitmen kedua belah pihak, untuk memperkuat kemitraan ASEAN-JEPANG.

“Diskusi substantif yang mencerminkan titik balik sejarah yang kita hadapi telah diadakan, dan sebagai hasilnya maka pernyataan visi bersama dan rencana implementasi diadopsi,” kata Kishida.

“Pernyataan visi bersama menguraikan arah masa depan hubungan Jepang-ASEAN, dan cerminan baru dari kerja sama kami. Seperti yang diungkapkan dalam subjudulnya, mitra terpercaya, kepercayaan yang telah kami bangun selama setengah abad terakhir adalah landasan kerja sama kami,” tambah dia.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam kesempatan yang sama mengatakan, “Dalam KTT tersebut, telah disepakati visi dan misi serta rencana implementasi yang akan menjadi acuan kita ke depan. Yang Mulia, 50 tahun kemitraan ASEAN-Jepang telah menjadikan ASEAN dan Jepang sebagai mitra terpercaya.”

Reuters melaporkan, Jepang menjadi tuan rumah pertemuan puncak khusus selama 3 hari dari tanggal 16 hingga 18 Desember yang memperingati 50 tahun hubungan antara Jepang dan ASEAN.

Sementara itu, AP menulis bahwa hubungan antara Jepang dan 10 negara anggota ASEAN, awalnya sebagian besar didasarkan pada bantuan Jepang kepada negara-negara berkembang, sebagian karena masih adanya kepahitan atas tindakan Jepang pada masa perang. Namun dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ini lebih terfokus pada keamanan di tengah meningkatnya langkah agresif China di Laut Cina Selatan, sementara sikap pasifis Jepang pascaperang dan upaya membangun kepercayaan telah memupuk hubungan yang lebih bersahabat.

KTT ini menandai peringatan 50 tahun hubungan resmi Jepang-ASEAN, yang dimulai pada 1973 dengan pembicaraan perdagangan mengenai ekspor karet sintetis Jepang.

Para pemimpin, dalam pernyataan bersama, menyerukan penguatan kemitraan “saling menguntungkan” dan bekerja sama demi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik, khususnya dalam keamanan maritim. Mereka juga menyerukan keamanan ekonomi dan ketahanan rantai pasokan yang lebih besar di wilayah tersebut dan mendorong pergerakan warga negara satu sama lain.

Para pemimpin menekankan “penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah, penyelesaian perbedaan atau perselisihan dengan cara damai dan penolakan terhadap ancaman atau penggunaan kekerasan.”

Secara terpisah pada Sabtu, Kishida juga menandatangani kesepakatan dengan Jokowi, menawarkan hibah hingga 9,05 miliar yen atau AS $63,7 juta, untuk mendanai rencana peningkatan kemampuan keamanan maritim Indonesia, termasuk kapal patroli maritim skala besar buatan Jepang. [ns/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com