AS Jatuhkan Sanksi terhadap Pemberontak Houthi Yaman terkait Penjualan Minyak Iran

Menanggapi peningkatan serangan ke kapal-kapal di Laut Merah bagian selatan oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran, Amerika Serikat mengumumkan sanksi terhadap 13 orang dan perusahaan yang diduga menyediakan puluhan juta dolar, hasil dari penjualan dan pengiriman minyak Iran kepada kelompok Houthi di Yaman.

Departemen Keuangan AS mengatakan, Houthi dan fasilitator keuangan Iran, Sa’id al-Jamal yang sebelumnya dikenai sanksi menggunakan sebuah jaringan pengiriman agar uang Iran sampai ke mitra militannya di Yaman.

Sanksi-sanksi itu memblokir akses ke properti dan rekening bank AS, serta mencegah orang dan sejumlah perusahaan yang disasarkan, melakukan bisnis dengan warga AS.

Pemberi pinjaman uang di Lebanon, Turki dan Dubai masuk dalam daftar orang-orang yang membantu al-Jamal, bersama dengan perusahaan pengapalan Rusia ke St. Kitts dan Nevis, dicurigai mengangkut kargo al-Jamal. Semua orang dan perusahaan itu dikenai sanksi pada hari Kamis (7/12).

Brian Nelson, wakil menteri keuangan AS untuk terorisme dan intelijen keuangan mengatakan, Houthi “terus menerima dana dan dukungan dari Iran. Hasilnya tidak mengejutkan, yaitu serangan tanpa alasan terhadap prasarana sipil dan pelayaran yang mengancam keamanan maritim dan perdagangan komersial internasional.”

Sejak Oktober Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terhadap operasi pelayaran komersial di Laut Merah dan Teluk Aden.

Kelompok Houthi secara sporadis menarget kapal-kapal di wilayah itu dari waktu ke waktu, namun serangan meningkat sejak dimulainya perang antara Israel dan Hamas. Serangan meningkat setelah ledakan di sebuah rumah sakit di Gaza pada 17 Oktober yang menewaskan dan melukai banyak orang. Para pemimpin Houthi bersikeras, Israel adalah target mereka. [ps/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com