AS Desak Perlindungan Warga Sipil yang Mengungsi dari Perang Israel-Hamas

Amerika Serikat kembali menyerukan untuk memastikan bahwa warga sipil yang melarikan diri dari perang Israel-Hamas dilindungi dan kebutuhan dasarnya dipenuhi. Secara terpisah, kekhawatiran mengenai konflik regional yang lebih luas telah menyebabkan seorang senator AS mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran dan milisi Hizbullah yang bermarkas di Lebanon.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menekankan tekad untuk menghancurkan Hamas secara keseluruhan, menyusul serangan mematikan kelompok militan tersebut ke Israel pada tanggal 7 Oktober.

Mereka juga memperbarui seruan kepada warga sipil Palestina untuk mengungsi dari bagian utara Gaza sebelum serangan Israel meningkat.

Diwawancarai televisi ABC, juru bicara IDF, Letnan Kolonel Peter Lerner, mengatakan, “Kami melihat orang-orang benar-benar mengungsi. Tentu saja, kami ingin melihat organisasi-organisasi kemanusiaan membantu evakuasi orang-orang ini demi kesejahteraan mereka dan tidak memihak Hamas yang meminta mereka untuk tidak mengungsi.”

Dengan lebih dari 1 juta warga sipil Palestina yang berpotensi berusaha keluar dari bahaya, Amerika Serikat bekerja sama dengan mitra-mitranya untuk memastikan kebutuhan kemanusiaan para pengungsi terpenuhi, kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan pada acara ABC “This Week.”

“Kami berhubungan dengan rekan-rekan kami di Israel. Kami berhubungan dengan PBB untuk membantu mengamankan pasokan makanan, air dan obat-obatan yang diperlukan bagi warga Gaza, warga Palestina yang tidak ada hubungannya dengan teroris biadab yang melakukan serangan ini,” jelasnya.

Baku tembak berlanjut selama akhir pekan di perbatasan Israel dengan Lebanon tempat milisi Hizbullah yang didukung Iran beroperasi.

Senator Lindsey Graham dari Partai Republik, yang berencana mengunjungi wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang bersama kelompok bipartisan senator AS, mengeluarkan peringatan keras terhadap niat Teheran dan sekutunya untuk memainkan peran lebih aktif dalam konflik tersebut.

“Jika Hizbullah, yang merupakan proksi Iran, melancarkan serangan besar-besaran terhadap Israel, saya akan menganggap itu sebagai ancaman terhadap Negara Israel, dalam arti eksistensinya. Saya akan mengajukan resolusi kepada Senat Amerika Serikat yang mengizinkan tindakan militer Amerika Serikat bersama Israel untuk merobohkan Iran dari bisnis minyak. Iran: jika Anda meningkatkan perang ini, kami akan mendatangi Anda,” komentarnya.

Sementara itu, sebagai bagian dari tur regional yang bertujuan meredakan ketegangan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu pada hari Minggu dengan Presiden Mesir Abdel-Fatah el-Sissi. Mereka sepakat tentang pentingnya memastikan bantuan kepada warga sipil Palestina yang melarikan diri dari perang, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller.

Menlu Blinken, yang kembali ke Israel pada hari Senin untuk berkonsultasi setelah kunjungan ke beberapa negara lain di kawasan tersebut, mengatakan Amerika Serikat bekerja sama dengan Mesir, Israel, dan PBB untuk memastikan bantuan dapat masuk ke Gaza dan menjangkau mereka yang membutuhkan. [lt/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com