AS dan Houthi Sama-Sama Bertekad Balas Serangan di Yaman

Kelompok Houthi pada Jumat (12/1) bersumpah akan melanjutkan serangan terhadap pelayaran di Laut Merah setelah serangan yang dilakukan oleh AS dan Inggris di Yaman, sebagai balasan atas serangan kelompok yang didukung Iran itu, terhadap lalu lintas kapal di jalur laut penting Timur Tengah. Presiden AS Joe Biden mengatakan, dia akan merespon serangan itu dengan secara sebanding.

Ribuan orang menggelar aksi di jalan-jalan di ibukota Yaman, Sanaa, untuk memprotes serangan AS dan Inggris ke target-target Houthi malam sebelumnya. Juru bicara kelompok ini, Yahya Saree bersumpah untuk melakukan pembalasan.

“Musuh kita, AS dan Inggris, memikul tanggung jawab penuh atas serangan kriminal mereka terhadap rakyat Yaman, dan itu tidak akan dibiarkan tanpa balasan dan tanpa hukuman,” ujar Saree.

Sekitar 60 target terkait Houthi telah diserang pada Kamis oleh lebih dari 100 peluru kendali AS dan Inggris, dengan dukungan dari Australia, Bahrain, Kanada dan Belanda, atas perintah Presiden Joe Biden.

“Kita akan pastikan, bahwa kita akan merespon serangan Houthi jika mereka melanjutkan tindakan yang keterlaluan ini terhadap sekutu-sekutu kita,” kata Biden.

Kelompok Houthi, yang didukung oleh Iran dan merupakan sekutu Hamas, selama beberapa pekan telah meluncurkan serangan yang mengganggu pelayaran di Laut Merah. Mereka menyatakan itu sebagai dukungan kepada rakyat Palestina yang diserang Israel di Gaza, tetapi sejumlah kapal yang diserang tidak terkait dengan Israel.

Alexandra Stark adalah peneliti di RAND Corporation.

“Kelompok Houthi meraih legitimasi, baik dari dalam negeri maupun di seluruh kawasan itu dengan mengaitkan aksi mereka terhadap konflik di Gaza dan dengan mengatakan bahwa mereka bertindak dan mendukung rakyat Palestina,” ujar Stark.

Gedung Putih menyatakan tidak menginginkan perang berkembang. Tetapi tidak jelas, apakah serangan yang dilakukan ini akan mencegah atau justru memprovokasi lebih banyak serangan Houthi.

Sekretaris Jenderal PBB telah berkomentar mengenai hal ini melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric.

“Sekretaris Jenderal PBB meminta lebih jauh kepada semua pihak-pihak yang terlibat untuk tidak memperburuk situasi ini demi perdamaian dan stabilitas di Laut Merah dan kawasan sekitarnya,” ujar Dujarric.

Setelah serangan-serangan terhadap kelompok Houthis, harga minyak melonjak lebih dari 4 persen pada Jumat. [ns]

Sumber: www.voaindonesia.com